ABNnews – Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj RI) merilis perkembangan terbaru terkait operasional haji 1447 H/2026 M.
Memasuki hari ke-30 masa operasional, gelombang kedatangan jemaah haji asal Indonesia ke Arab Saudi terus mengalir deras menjelang fase puncak di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Juru Bicara Kemenhaj, Ichsan Marsha, membeberkan secara total sudah ada 498 kloter yang mengangkut 192.185 jemaah dan 1.984 petugas sukses diberangkatkan menuju Arab Saudi.
Sementara untuk jemaah gelombang kedua yang mendarat di Bandara King Abdul Aziz International Airport, Jeddah, tercatat ada 224 kloter dengan total 85.618 jemaah.
Saat ini, sebagian besar jemaah sudah bergeser dan mengepung kota suci Makkah. Data terakhir mencatat sebanyak 487 kloter yang berisi 188.259 jemaah sudah berada di Makkah, ditambah dengan 14.513 jemaah haji khusus yang juga telah menginjakkan kaki di Tanah Suci.
“Secara umum, layanan haji Indonesia berjalan lancar. Pemerintah terus memastikan seluruh aspek layanan, mulai dari kedatangan, akomodasi, konsumsi, transportasi, kesehatan, pembinaan ibadah, hingga pelindungan jemaah, berjalan optimal,” ujar Ichsan di Makkah, Rabu (20/5/2026).
Di samping urusan logistik dan kedatangan, Kemenhaj tahun ini juga menaruh perhatian besar pada aspek ibadah yang berkaitan langsung dengan kebutuhan jemaah, salah satunya yakni tata kelola pembayaran dam (denda/menyembelih hewan).
Ketertiban pendataan dam jemaah Indonesia tahun ini bahkan sampai berbuah manis dan mendapat apresiasi langsung dari Pemerintah Arab Saudi.
Berdasarkan data terakhir, sebanyak 100.268 jemaah haji Indonesia telah menyelesaikan ketentuan dam mereka melalui berbagai skema resmi yang diatur pemerintah:
* 71.262 jemaah memilih membayar dam melalui program ADAHI di Arab Saudi.
* 26.901 jemaah menyelesaikan ketentuan dam mereka di Indonesia.
* 2.105 jemaah melaksanakan dam dengan cara berpuasa sesuai ketentuan fikih.
* Ada pula 821 jemaah yang memilih skema haji ifrad, sehingga terbebas dari kewajiban dam tamattu’.
Ichsan mengatakan, pemerintah sangat menghormati keberagaman pandangan fikih jemaah dalam melaksanakan dam.
Namun, ia mengeluarkan imbauan keras agar jemaah berhati-hati terhadap oknum atau calo yang menawarkan pembayaran dam murah di luar jalur resmi tanpa kejelasan mekanisme.
“Jemaah kami minta tidak mudah percaya pada tawaran pembayaran dam yang tidak jelas. Jika ragu, segera berkonsultasi dengan petugas kloter, pembimbing ibadah, atau petugas haji Indonesia di sektor masing-masing,” tegas Ichsan mewanti-wanti.
Mengingat fase krusial di Arafah, Muzdalifah, dan Mina sudah menghitung hari, Kemenhaj mengingatkan seluruh jemaah untuk mulai mengerem aktivitas fisik yang tidak perlu dan fokus menjaga kesehatan serta memperbanyak istirahat di hotel.
“Jangan sungkan meminta bantuan kepada petugas. Petugas haji Indonesia hadir untuk mendampingi, melayani, dan melindungi jemaah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci,” cetus Ichsan.
Menutup keterangannya, Kemenhaj juga mengajak seluruh lapisan masyarakat di Indonesia untuk ikut menyatukan doa demi kelancaran ibadah para jemaah.
“Semoga Allah SWT memberikan kemudahan, perlindungan, kesehatan, dan keberkahan bagi seluruh tamu-tamu-Nya, serta menjadikan hajinya mabrur dan mabruroh,” pungkas Ichsan.













