banner 728x250

Aksi Heroik Guru di Magetan Hadang Bus Sugeng Rahayu Berujung Jadi Duta Lantas

Guru perempuan di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, viral di media sosial setelah aksinya mengadang bus Sugeng Rahayu yang diduga akan menerobos lampu merah. (Foto: Video viral).

ABNnews – Aksi heroik seorang guru perempuan di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, mendadak viral dan menjadi perbincangan hangat di media sosial. Guru paruh baya ini dengan berani mengadang laju Bus Sugeng Rahayu yang diduga kuat hendak menerobos lampu merah.

Alih-alih gentar karena diklakson bertubi-tubi, sang guru justru tetap kokoh mempertahankan posisinya demi menegakkan aturan lalu lintas. Atas aksi beraninya itu, pihak kepolisian pun langsung turun tangan memberikan apresiasi setinggi langit.

Berdasarkan video amatir yang beredar luas, insiden menegangkan ini terjadi di simpang tiga Glodok, tepatnya di sebelah timur Pabrik Gula Purwodadi, Kecamatan Karangrejo, Magetan. Saat itu, seorang guru bernama Sri Wahyuni (53) tengah berhenti di lampu merah menggunakan sepeda motornya.

Nahas, dari arah belakang, meluncur bus jurusan Yogyakarta–Surabaya yang dikemudikan oleh Wuryanto (48). Sang sopir terus-menerus membunyikan klakson dengan keras agar diberi jalan untuk menerobos. Namun, Sri yang merasa di posisi benar tetap bergeming. Ia bahkan sempat menegur keras sang sopir bus hingga lampu lalu lintas berubah menjadi hijau.

“Saya lihat lagi ternyata saya sudah betul, enggak harus jalan. Terus saya berteriak ‘setop pak lampu merah lihat!'” kenang Sri menceritakan aksi beraninya tersebut. Diketahui, peristiwa itu terjadi pada 12 Februari 2026 dan baru meledak di media sosial dalam dua hari terakhir.

Guna meredam kegaduhan, jajaran Polres Magetan bergerak cepat memanggil kedua belah pihak. Sri Wahyuni dan Wuryanto akhirnya dipertemukan di Mapolres Magetan pada Selasa (5/5/2026) siang untuk memberikan klarifikasi terkait video yang terlanjur viral.

Usai mendengarkan penjelasan dari masing-masing pihak, ketegangan pun mencair. Keduanya sepakat untuk saling memaafkan dan berdamai. Sang sopir bus bahkan langsung memuji ketegasan guru asal Desa Malang, Kecamatan Maospati tersebut.

“Ternyata ibu itu orang baik, enggak mau jalan (menerobos lampu merah),” puji Wuryanto legowo.

Keberanian Sri Wahyuni rupanya memikat hati Kapolres Magetan Raden Erik Bangun Prakasa. Sebagai bentuk penghargaan atas kepeduliannya terhadap keselamatan jalan raya, Sri resmi diangkat menjadi Duta Lalu Lintas Polres Magetan tahun 2026 dan dihadiahi sebuah helm eksklusif sebagai cenderamata.

Meski sempat memicu perdebatan di jagat maya, Kasat Lantas Polres Magetan AKP Ade Andini menegaskan bahwa dari hasil pemeriksaan mendalam, polisi tidak menemukan adanya unsur pelanggaran lalu lintas oleh kedua belah pihak. Oleh karena itu, polisi memutuskan untuk tidak mengeluarkan surat tilang.

“Kita pertemukan keduanya di sini terkait video viral itu untuk meluruskan seperti apa kejadiannya dan memang dari peristiwa itu tidak ditemukan pelanggaran,” pungkas AKP Ade Andini.

Pihak kepolisian berharap insiden ini bisa menjadi refleksi penting bagi seluruh pengguna jalan agar selalu tertib dan mematuhi rambu lalu lintas demi keselamatan bersama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *