ABNnews – Aksi sok jagoan berujung maut terjadi di Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan (Sulsel). Seorang pengendara motor gede (moge) berinisial RR (42) nekat melakukan aksi berbahaya hingga menabrak bocah berusia 10 tahun berinisial J sampai tewas.
Atas kecelakaan tragis tersebut, RR kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di balik jeruji besi setelah resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian.
Kecelakaan maut ini terjadi di Lingkungan Sendana Buntu Pare, Kelurahan Nanggala Sangpiak Salu, Kecamatan Nanggala, pada Kamis (30/4) sekitar pukul 17.00 Wita. Saat kejadian, korban sedang berdiri di pinggir jalan bersama warga lainnya untuk menyaksikan iring-iringan rombongan moge yang melintas.
Nahas, RR yang menunggangi Harley-Davidson justru nekat melakukan aksi berbahaya dengan kecepatan tinggi di hadapan warga yang menonton. Warga setempat melihat pengemudi sempat pamer gaya dengan posisi tangan lepas dari setir motor.
“Menurut keterangan warga setempat, (moge) sedang dalam kecepatan tinggi kemudian lepas dari setir,” ujar Kasat Lantas Polres Toraja Utara Iptu Muhammad Nasrum Sujana dilansir detikcom, Rabu (6/5/2026).
Akibat kehilangan kendali, motor berbobot besar itu langsung menghantam tubuh korban.
Polisi yang bergerak cepat ke lokasi kejadian langsung mengamankan RR beserta moge miliknya sebagai barang bukti. Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan dan mengumpulkan keterangan saksi, penyidik Polres Toraja Utara akhirnya menaikkan status hukum RR.
“Pengemudi motor Harley-Davidson berinisial RR (42) telah resmi ditetapkan sebagai tersangka,” tegas Kapolres Toraja Utara AKBP Stephanus Luckyto.
Insiden maut ini langsung memantik reaksi keras dari komunitas pencinta moge tanah air. Harley-Davidson Club Indonesia (HDCI) Makassar buru-buru mengklarifikasi status keanggotaan pelaku agar tidak memicu salah paham.
Ketua HDCI Makassar, Syamsir Mappa, menegaskan bahwa RR bukan bagian dari organisasinya, melainkan anggota klub moge lain yang berbasis di Jakarta.
“Setelah melihat data dan fakta, (pelaku) itu bukan anggota kami. Mereka klub dari Jakarta, namanya Hogers,” ungkap Syamsir.













