banner 728x250

Bawa PT PAL hingga Pupuk Indonesia ke Saint Petersburg, RI Incar Investasi Ngeri dari Rusia!

Foto: Kemenperin

ABNnews – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus bergerak agresif memperkuat diplomasi industri di kancah global. Sebagai tindak lanjut dari business matching di Moskow akhir tahun lalu, Kemenperin sukses menggelar Indonesia–Russia Business and Investment Forum 2026 di Saint Petersburg, Rusia.

Acara bergengsi ini menjadi bagian penting dari rangkaian Road to Indonesia as Partner Country pada INNOPROM 2026 pameran industri internasional terbesar di Rusia yang mempertemukan para raksasa teknologi dunia untuk kolaborasi manufaktur.

Wakil Menteri Perindustrian RI, Faisol Riza, menegaskan bahwa forum di Saint Petersburg ini bukan sekadar ajang kumpul-kumpul atau komunikasi biasa. Pemerintah membidik langkah konkret yang menghasilkan investasi nyata di sektor manufaktur.

“Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang komunikasi, tetapi juga diarahkan untuk menghasilkan langkah nyata, mulai dari peluang investasi, kemitraan industri, serta tindak lanjut konkret menuju INNOPROM 2026,” tegas Faisol Riza.

Pernyataan itu disambut hangat oleh Wakil Menteri Perindustrian dan Perdagangan Federasi Rusia, Alexey Gruzdev. Ia memastikan Rusia berkomitmen penuh memperluas kerja sama jangka panjang, apalagi Indonesia memegang status terhormat sebagai Partner Country di INNOPROM 2026 nanti.

Forum ini berlangsung meriah dengan dihadiri lebih dari 100 peserta dari kalangan pejabat pemerintah dan bos-bos perusahaan top kedua negara. Sejumlah korporasi raksasa bahkan langsung tebar pesona memaparkan profil bisnis mereka untuk menjajaki kolaborasi strategis.

Sebut saja dari sisi Indonesia, pemerintah memboyong PT PAL Indonesia dan PT Pupuk Indonesia. Sementara dari kubu Rusia, raksasa nuklir Rosatom State Atomic Energy Corporation hingga UC Rusal turut ambil bagian mengincar proyek pengembangan manufaktur dan teknologi canggih.

Kerja sama ini dinilai sebagai perfect match. Rusia dikenal punya otot kuat di bidang industri berat, rekayasa teknologi, serta kapasitas riset yang mumpuni. Di sisi lain, Indonesia menawarkan “surga” berupa pasar domestik yang raksasa, sumber daya alam melimpah, serta kawasan industri terintegrasi yang sangat kompetitif di level regional.

Melalui Direktorat Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (Ditjen KPAII), Kemenperin bertekad mendorong hilirisasi dan manufaktur maju lewat transfer teknologi dari Negeri Beruang Putih tersebut.

Direktur Jenderal KPAII, Tri Supondy, mengaku sangat optimistis melihat tingginya antusiasme para pelaku usaha dari kedua belah pihak. Menurutnya, fondasi yang dibangun hari ini akan menjadi modal besar bagi diversifikasi rantai pasok global.

“Kami meyakini bahwa kerja sama yang dibangun hari ini akan menjadi modal penting untuk menciptakan kemitraan industri jangka panjang yang saling menguntungkan serta memperkuat posisi Indonesia dan Rusia dalam ekosistem industri global,” pungkas Tri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *