banner 728x250

Terhimpit di Gerbong Ringsek Selama 10 Jam, Mia Jadi Korban Meninggal ke-16 Kecelakaan Kereta Bekasi

Jenazah korban kecelakaan kereta ke-16, Mia Citra Rumaisha dibawa ke kampung halaman. (Foto: istimewa)

ABNnews — Korban tewas kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur bertambah jadi 16 orang pada Rabu (29/04). Korban terakhir atas nama Mia Citra Rumaisha yang sebelumnya sempat terjepit selama 10 jam sebelum dievakuasi.

Mia sempat menjalani perawatan intensif di RSUD Chasbullah Abdulmadjid, Kota Bekasi. Tak Ada luka fisik yang tampak mata. Namun, Mia mengalami luka dalam yang cukup serius.

“Dari gerbong yang hancur, tubuh Mia beralih ke meja operasi. Kalau luka secara fisik itu, ya di kaki saja. Lukanya enggak kelihatan, luka dalem,” kata Martono, paman dari almarhumah Mia.

Setelah dilakukan perasi kondisi Mia tak kunjung membaik. Bahkan cenderung menurun. Setelah berjuang di ICU, Mia menghembuskan napas terakhir pukul 09.00 WIB di RSUD Bekasi.

“Jadi kemarin sempet operasi, terus semalam kondisinya ngedrop masuk ICU. Tadi jam 9 lewat dinyatakan meninggal. Ada pembuluh darah yang nggak normal, jadi pecah, gitu,” ungkap Martono.

Almarhumah Mia, yang tinggal di Tambun Selatan, merupakan merupakan satu dari tiga korban yang baru berhasil dievakuasi setelah terjebak di dalam rangkaian kereta yang mengalami kerusakan parah.

Mia dievakuasi pada Selasa (28/04) pagi setelah terjepit di dalam gerbong selama kurang lebih 10 jam. Ia menjadi penumpang terakhir yang dievakuasi tim SAR gabungan.

Martono bilang, tubuh keponakannya itu berada di dalam gerbong yang ringsek. “Baru dievakuasi yang korban terakhir, jam 6 pagi kurang lebih, dari stasiun Bekasi Timur dibawa ke rumah sakit sini,” katanya.

Adapun jenazah Mia kini sudah meninggalkan RSUD Kota Bekasi. Dia diantar ke Tambun Selatan terlebih dahulu untuk disholatkan, untuk kemudian dibawa pulang dan beristirahat untuk selamanya di kampung halamannya di Ngawi, Jawa Timur.

Sementara Direktur Utama RSUD Kota Bekasi, Ellya Niken Prastiwi, mengungkapkan bahwa hingga saat ini terdapat empat korban meninggal yang ditangani di rumah sakit tersebut. Sebelumnya, Nuryati, Nurlaela, dan Enggar Retno Krisjayanti lebih dulu meninggal pada Senin malam.

“Per hari ini, pasien yang ada di tempat kami adalah 22 orang. Satu baru datang tadi pagi, dan di ICU ada tiga. Yang satu barusan meninggal,” kata Niken.

Ia menjelaskan, sebanyak 22 pasien tersebut merupakan korban dengan kondisi pascaoperasi dari total 55 korban yang sempat dirujuk ke RSUD Kota Bekasi.

Para pasien yang kondisinya membaik telah dipulangkan secara bertahap sejak hari pertama kejadian.

“Yang lainnya sudah bisa pulang bertahap dari hari pertama, karena dianggap sudah bisa dirumahkan dan nanti kontrol untuk rawat jalan,” ujarnya.

Diketahui, KRL jurusan Cikarang nomor PLB 5568A dan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi terlibat kecelakaan di emplasemen Stasiun Bekasi Timur KM 28+920 pada Senin (27/04) sekitar pukul 20.52 WIB.

Para korban dievakuasi ke sejumlah rumah sakit di wilayah Bekasi, antara lain RSUD Kota Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bhakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.

Secara keseluruhan, jumlah korban dalam peristiwa ini mencapai 106 orang. Sebanyak 16 orang dinyatakan meninggal setelah mendapatkan perawatan, sementara 90 lainnya mengalami luka-luka. Adapun seluruh 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek dilaporkan selamat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *