banner 728x250

Incar Peluang AI & Quantum, Airlangga Siapkan Batam-Bitung Jadi Pusat Data Center RI

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (Foto: Kemenko Perekonomian)

ABNnews – Era Artificial Intelligence (AI) dan quantum computing memaksa Indonesia untuk tancap gas. Pemerintah kini membidik peluang besar pembangunan pusat data (data center) dengan menjadikan Batam dan Bitung sebagai lokasi utama.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) kini menjadi ujung tombak transformasi ekonomi nasional. Di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto, KEK dituntut untuk lebih optimal dalam menarik investasi global.

Tak sekadar wacana, realisasi investasi di triwulan pertama 2026 menunjukkan angka fantastis. Airlangga membeberkan bahwa investasi yang masuk mencapai Rp 498,79 triliun, tumbuh 7,22% secara tahunan (year on year).

Tak hanya modal yang masuk, penyerapan tenaga kerja pun ikut terdongkrak signifikan sebanyak 706.569 orang, naik 18,93% (yoy). Sektor hilirisasi tetap menjadi penyumbang terbesar dengan porsi mencapai 30% dari total investasi.

“Pemerintah di bawah arahan Presiden RI, Bapak Prabowo Subianto memberikan perhatian besar terhadap peran KEK dalam mendukung penguatan ekonomi nasional,” ujar Airlangga dalam pembukaan Rakernas KEK Triwulan I Tahun 2026 di Jakarta, Senin (27/4/2026).

Melihat pesatnya perkembangan teknologi AI, Airlangga menilai Indonesia perlu segera menangkap peluang pembangunan data center. Ia pun menunjuk dua lokasi KEK yang dinilai strategis.

“Ada dua lokasi KEK yang dapat menjadi landing point dalam pembangunan data center di Indonesia, yaitu Batam dan Bitung,” ungkap Airlangga.

Airlangga menekankan, Presiden Prabowo telah menginstruksikan agar fasilitas di KEK yang sudah ada dilakukan fine tuning atau penyesuaian. Tujuannya jelas, agar KEK bisa beroperasi penuh dalam 3-4 tahun ke depan.

“Kita akan lanjutkan KEK-KEK yang betul-betul bisa beroperasi penuh dalam waktu 3-4 tahun ke depan sehingga betul-betul menunjang pertumbuhan ekonomi,” tambahnya.

Tak hanya infrastruktur fisik, pemerintah juga serius menyiapkan tenaga kerja yang mumpuni. Kemenko Perekonomian bersama Kementerian Ketenagakerjaan telah melakukan diskusi link and match untuk pelatihan tenaga kerja di KEK.

Setiap Badan Usaha Pembangunan dan Pengelolaan (BUPP) didorong untuk aktif mengidentifikasi kebutuhan tenaga kerja di wilayah masing-masing agar pelatihan vokasi yang diberikan tepat sasaran.

“Saya berharap hasil Rakernas KEK yang berlangsung dua hari ini dapat menuntaskan upaya debottlenecking berbagai isu yang saat ini dihadapi, sehingga pelaksanaan program dan kegiatan usaha di KEK dapat berjalan lebih optimal,” pungkas Airlangga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *