ABNnews – Penantian suporter Garuda berakhir sudah. Debut John Herdman sebagai nakhoda baru Timnas Indonesia bakal tersaji di laga perdana FIFA Series 2026. Skuad Garuda dijadwalkan menjajal kekuatan Saint Kitts and Nevis di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jumat (27/3/2026) malam WIB.
Laga ini menjadi momen perdana bagi Herdman sejak resmi ditunjuk PSSI pada Januari 2026 lalu. Eks pelatih timnas Kanada ini mengisi kursi panas yang ditinggalkan Patrick Kluivert setelah masa tugasnya berakhir pada Oktober 2025.
Puji Karakter Pekerja Keras Pemain Indonesia
Menjelang debutnya, Herdman mengaku masih terus beradaptasi dan memahami karakter para pemain Tanah Air. Namun, ia mengaku terkesan dengan etos kerja para penggawa Garuda yang ia temui selama pemusatan latihan.
“Dari apa yang saya lihat di Indonesia, orang-orangnya pekerja keras, ada semangat atletisme, kekeluargaan, dan kebersamaan,” ujar John Herdman. “Jadi semua elemen itu akan terbungkus dalam gaya permainan kami,” lanjutnya.
Kombinasi Maut Pertahanan STY dan Ofensif Kluivert
Menariknya, pelatih asal Inggris ini menegaskan tidak akan melakukan perombakan besar-besaran secara instan. Ia justru ingin mengawinkan fondasi kokoh yang ditinggalkan Shin Tae-yong (STY) dan gaya menyerang ala Patrick Kluivert.
“Kami akan membangun dari fondasi yang sudah ada sebelumnya. Struktur pertahanan dari Shin Tae-yong sangat bagus. Patrick membawa gaya yang lebih menyerang. Tugas saya adalah membawa itu ke level berikutnya,” tegas Herdman.
Bawa Standar Mentalitas Juara Dunia
Tak main-main, Herdman berambisi menyuntikkan mentalitas juara ke dalam tim. Berbekal pengalamannya menangani pemain-pemain top di level Liga Champions hingga Piala Dunia, ia ingin Skuad Garuda punya standar tinggi yang konsisten.
“Saya pernah bekerja dengan pemain juara Liga Champions, juara Euro, hingga tim yang lolos ke Piala Dunia. Saya ingin membawa mentalitas dan standar itu ke sini,” jelasnya.
Bagi Herdman, taktik memang penting, namun semangat juang yang tidak mudah patah adalah kunci utama agar tim tetap solid di situasi sulit.
“Yang paling penting adalah membangun semangat tim. Lalu keunggulan taktik dan kejelasan peran di setiap momen permainan,” pungkasnya.













