ABNNews–Himbauan Pengelola Terminal Kalideres, Jakarta Barat, agar para pemudik menghindari naik bus di terminal tidak resmi atau terminal bayangan, untuk mengantisipasi kejadian yang tak diinginkan.
“Risiko kejahatan hingga penipuan di terminal bayangan sangat tinggi dan akan sulit ditindaklanjuti,” kata Kepala Terminal Kalideres, Nur Prasetyo saat dihubungi di Jakarta, Jumat (13/3/2026), dilansir dari Antara.
Karena itu, Prasetyo meminta masyarakat yang akan mudik agar naik dan turun dari terminal resmi demi menjaga keamanan dan kenyamanan layanan.
“Kalau di dalam terminal sedikit lebih terjaga keamanannya dan apabila ada tindak kriminal pun lebih mudah melaporkannya dan lebih cepat,” katanya.
Selain itu, kata dia, bus-bus di terminal resmi telah menjalani rangkaian “ramp check” atau uji laik jalan. Para sopir dan kondektur juga telah mengikuti tes urine dan tes kesehatan sehingga lebih terjamin keamanannya.
“(Imbauan) Juga sudah disampaikan ke PO-PO (Perusahaan Otobus) yang ada di sini,” kata dia.
Pihak Terminal Kalideres akan kembali melakukan “ramp check” pada Sabtu (14/3). Untuk ‘ramp check’ nanti dimulai besok jam 08. 00-20.00 WIB. Target sekitar 30 armada,” katanya.
Di Terminal Kalideres mulai menunjukkan lonjakan jumlah penumpang mudik pada Jumat sore. Prasetyo mengatakan, hari ini puncak arus mudik mulai terjadi dengan sekitar 800 penumpang berangkat.
“Kalau hari ini ada kenaikan sekitar 20 persen dari hari sebelumnya, penumpang sudah ada sekitar 800 orang,” kata dia.
Menurut dia, jumlah penumpang mudik yang meningkat menyusul kegiatan masyarakat yang selesai pada sore hari.
Kota Padang di Sumatera Barat (Sumbar) serta wilayah Sumatera lainnya, untuk sementara menjadi tujuan favorit para pemudik di Terminal Kalideres. “Tujuan favorit hari ini kebanyakan ke arah Padang, ke arah Sumatera semua,” katanya.
Nadzar Lendi













