ABNnews – Sebuah video amatir yang memperlihatkan aksi Slalom mobil di ruas Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu), Jakarta Timur, mendadak viral di media sosial. Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya pun langsung turun tangan mengamankan para pengemudi tersebut.
Namun, alih-alih ditilang, para pengemudi tersebut hanya diberikan teguran lisan dan imbauan edukatif oleh pihak kepolisian. Apa alasannya?
“Untuk pengemudi yang melakukan zig-zag di ruas Tol Becakayu, Jakarta Timur, sudah kami temui. Mereka hanya diberikan teguran lisan dan imbauan edukatif agar tidak mengulangi perbuatannya,” kata Kasatlantas PJR Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Reiki Indra Brata Manggala, saat dikonfirmasi, Sabtu (7/3/2026).
Berakhir Minta Maaf dan Janji Tak Mengulangi
Pihak kepolisian mengaku telah berhasil mengidentifikasi seluruh pengemudi yang terlibat dalam aksi bahaya tersebut. Para pelaku pun telah dipanggil dan diminta keterangannya.
“Yang bersangkutan juga sudah membuat pernyataan permintaan maaf karena mengemudikan kendaraan secara ugal-ugalan,” jelas Reiki.
Terkait keputusan untuk tidak melakukan penilangan, Reiki menyebut pihaknya saat ini lebih mengedepankan pendekatan persuasif dan edukasi kepada para pelanggar.
“Jadi, hanya diberikan imbauan serta permohonan maaf dan tidak ditilang. Kami berikan teguran lisan sambil melakukan imbauan yang bersifat edukatif,” pungkasnya.
Viral ‘Tutup’ Jalur Tol Demi Konten
Sebelumnya, jagat maya dihebohkan oleh unggahan akun Instagram @jakarta_siders yang memperlihatkan lima unit mobil melaju bersama dalam satu rombongan pada Rabu (4/3) malam.
Dalam rekaman tersebut, mereka tampak:
* Melaju secara zig-zag berpindah-pindah lajur secara mendadak.
* Meliuk dari lajur satu hingga lajur tiga secara bergantian.
* Membuat jalur tol seolah tertutup oleh rombongan kendaraan tersebut.
Meski kondisi jalan tol saat itu terpantau relatif sepi, aksi tersebut dinilai sangat berbahaya karena berpotensi memicu kecelakaan fatal, terutama jika ada kendaraan lain yang melintas dengan kecepatan tinggi.
Warga Protes: Harusnya Tindak Tegas!
Langkah kepolisian yang hanya memberikan teguran lisan rupanya memicu kekecewaan warga. Indah (29), salah satu warga Jakarta Timur, menilai perilaku ugal-ugalan di jalan tol tidak bisa ditoleransi hanya dengan teguran.
“Kalau berkendara seperti itu sangat membahayakan pengendara lain. Harusnya ada tindakan tegas supaya tidak terulang lagi,” cetus Indah, Jumat (6/3).
Warga berharap pihak kepolisian tetap memperketat pengawasan di ruas tol agar aksi pamer skill mengemudi yang salah tempat ini tidak kembali menjadi tren yang membahayakan nyawa pengguna jalan lain.











