banner 728x250

Menhub Genjot Transformasi Penerbangan: Sentil Masalah Delay Hingga Dorong ‘Airportpreneurship’

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi dalam acara Aviation Sharing Session di Kantor Kemenhub, Jakarta, Kamis (5/3/2026).

ABNnews – Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi blak-blakan menyentil berbagai tantangan di sektor penerbangan nasional yang kerap dikeluhkan masyarakat. Mulai dari masalah keterlambatan (flight delay) hingga fasilitas bandara yang dianggap belum optimal menjadi rapor merah yang harus segera diperbaiki.

Dudy menegaskan, di era keterbukaan informasi, setiap gangguan layanan bakal langsung viral dan meruntuhkan kepercayaan publik. Oleh karena itu, percepatan transformasi sektor penerbangan bersifat wajib dan mendesak.

“Kita semua memahami bahwa sektor penerbangan saat ini menghadapi berbagai tantangan yang mendapat perhatian luas. Setiap gangguan layanan dapat dengan cepat menjadi perhatian publik dan mempengaruhi kepercayaan masyarakat,” ujar Dudy dalam acara Aviation Sharing Session di Kantor Kemenhub, Jakarta, Kamis (5/3/2026).

Dihantam Harga Avtur, Solusinya Digitalisasi

Dudy tak menampik jika industri saat ini sedang ‘ngos-ngosan’ menghadapi dinamika eksternal, seperti fluktuasi harga bahan bakar avtur dan tingginya biaya investasi teknologi. Namun, hal itu bukan alasan untuk mengabaikan layanan.

Menhub mendorong pelaku industri melakukan langkah strategis, salah satunya lewat Smart Aviation atau penguatan digitalisasi layanan. Tujuannya agar operasional lebih efisien dan standar keselamatan tetap terjaga di level tertinggi.

Bandara Jadi Pusat Ekonomi (Airportpreneurship)

Salah satu gebrakan yang didorong pemerintah adalah konsep Airportpreneurship. Menhub ingin bandara tidak lagi sekadar jadi simpul transportasi tempat orang datang dan pergi.

“Pemerintah mendorong pengembangan konsep Airportpreneurship agar bandara tidak hanya berfungsi sebagai simpul transportasi, tetapi juga pusat pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.

Selain itu, modernisasi sistem navigasi dan infrastruktur terus dikebut untuk meningkatkan kapasitas layanan sekaligus memastikan ketepatan waktu penerbangan (On-Time Performance).

4 Faktor ‘Sakti’ Menuju Transformasi

Dalam mendorong perubahan ini, Menhub menitipkan empat faktor penting yang harus dipelototi oleh seluruh pemangku kepentingan:
1. Safety and Security: Keselamatan dan keamanan adalah harga mati.

2. Sinergi dan Kolaborasi: Regulator dan operator tidak boleh jalan sendiri-sendiri.

3. Detail Operasional: Memberikan perhatian ekstra pada teknis di lapangan.

4. Kesiapsiagaan: Selalu siap menghadapi ketidakpastian yang muncul tiba-tiba.


“Keselamatan penerbangan harus selalu menjadi prioritas utama. Kolaborasi antar pemangku kepentingan perlu terus diperkuat agar transformasi ini berjalan optimal,” pungkas Menhub Dudy.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *