ABNnews – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) RI, Yassierli, melakukan kunjungan kerja ke PT Dirgantara Indonesia (PTDI) di Bandung. Kunjungan ini bertujuan untuk memantau langsung pelaksanaan Program Magang Nasional 2026 (MagangHub) yang tengah berlangsung di raksasa dirgantara nasional tersebut.
Rombongan Kemenaker diterima langsung oleh Direktur Produksi PTDI, Dena Hendriana, di Hanggar Final Assembly Line (FAL). Di sana, Menaker berdialog dengan para peserta magang dan mentor yang terlibat langsung dalam proses perakitan pesawat.
“Alhamdulillah, hasil peninjauan menunjukkan pengalaman magang di PTDI sangat berkesan, termasuk bagi peserta yang terjun langsung di hanggar final assembly,” ujar Yassierli dalam keterangannya, Kamis (5/3/2026).
Fokus pada Fresh Graduate
Program MagangHub ini menyasar para lulusan baru (fresh graduate) dari berbagai perguruan tinggi untuk mendapatkan pengalaman kerja nyata. Menaker memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada PTDI yang telah menyediakan wadah bagi calon tenaga kerja profesional.
“Program ini berhasil memberikan pengalaman nyata bagi fresh graduate. Kami berharap program ini terus berlanjut setiap tahun untuk mendukung pengembangan SDM unggul,” tambahnya.
Rincian Program Magang di PTDI
Pelaksanaan program magang di PTDI tahun ini diikuti oleh total 134 peserta yang dibagi dalam 3 batch. Mereka tidak hanya ditempatkan di bagian teknis, tetapi tersebar di berbagai unit kerja strategis, antara lain: Produksi & Engineering, Aircraft Services, Program Management, SDM, Keuangan, & Enabler serta Commercial.
Sinergi untuk SDM Unggul
Direktur Produksi PTDI, Dena Hendriana, menegaskan bahwa kolaborasi antara industri dan pemerintah adalah “kunci” untuk mencetak SDM yang mampu bersaing di level internasional.
“PTDI akan terus mendukung pengembangan SDM melalui pelatihan dan magang. Kami berharap kunjungan Pak Menteri hari ini memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja, khususnya di bidang industri teknologi tinggi,” tutur Dena.
Melalui program ini, para peserta mendapatkan kesempatan untuk memberikan masukan langsung kepada Kemenaker. Hal ini dilakukan guna memastikan proses bimbingan berjalan efektif dan pengalaman praktik peserta berjalan optimal.













