ABNnews — PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) melalui program CSR-nya menerima kunjungan kerja Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Dr. Hanif Faisol Nurofiq, S.Hut., M.P., di lokasi Jasmine Integrated Farming, salah satu program binaan Perseroan di Kota Bandung, pada Sabtu (28/02).
Kunjungan ini merupakan bagian dari agenda peninjauan implementasi program Gaslah (Gerakan Atasi Sampah di Wilayah) yang diluncurkan Pemerintah Kota Bandung sebagai respons atas kondisi kedaruratan sampah.
Sebelumnya, dalam kunjungan kerja ke Bandung pada bulan sebelumnya, Hanif Faisol Nurofiq meninjau langsung pengelolaan sampah Kota Bandung dan memberikan arahan tegas terkait larangan penggunaan insinerator mini yang tidak atau belum memenuhi kelayakan uji emisi. Arahan tersebut mendorong pendekatan pengelolaan sampah berbasis pemilahan dan pengolahan di sumbernya.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Wali Kota Bandung meluncurkan program Gaslah dengan merekrut 1.596 petugas pemilah dan pengolah sampah yang disebar di setiap RW se-Kota Bandung sejak 1 Februari 2026.
Program ini menitikberatkan pada pemilahan sampah organik dan anorganik dari tingkat rumah tangga, serta pengolahan sampah organik
menjadi produk yang bernilai guna.
Jasmine Integrated Farming menjadi salah satu lokasi yang dipilih dalam kunjungan Pak Menteri karena implementasi Gaslah di wilayah ini telah berjalan efektif.
Sejak tahun 2019, komunitas Jasmine secara konsisten melakukan pemilahan sampah dari tingkat rumah tangga yang kemudian dikumpulkan dan diolah lebih lanjut di Rumah Kompos Jasmine.
Sampah organik yang telah terpilah tersebut diproses menjadi kompos dan dimanfaatkan dalam kegiatan urban farming melalui konsep Buruan SAE.
Hasil panen dari urban farming kemudian mendukung program Dapur DASHAT (Dapur Sehat Atasi Stunting), sehingga tercipta ekosistem terpadu antara pengelolaan lingkungan dan peningkatan gizi masyarakat.
Dalam kunjungannya, Dr. Hanif Faisol Nurofiq menyampaikan apresiasi atas komitmen para pengelola dan masyarakat di Kebun Jasmine. “Saya melihat langsung bagaimana pemilahan sampah dilakukan secara konsisten. Rekan-rekan di Kebun Jasmine menunjukkan bahwa solusi lingkungan harus dibangun sebagai sebuah ekosistem berkelanjutan, bukan pendekatan parsial. Ini contoh praktik baik yang bisa direplikasi di wilayah
lain,” kata Hanif.
WEGE melalui program CSR Jasmine Integrated Farming secara konsisten mendorong model pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan yang terintegrasi.
Pendekatan ini tidak hanya menyelesaikan persoalan sampah di tingkat lokal, tetapi juga memberikan nilai tambah sosial dan ekonomi, selaras
dengan komitmen Perseroan untuk menjadi mitra terpercaya dalam menciptakan ekosistem yang inovatif dan berkelanjutan
Kunjungan ini menjadi momentum penguatan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab serta mendorong terciptanya ekosistem lingkungan yang inovatif dan berkelanjutan.
***













