ABNnews – Penemuan bayi perempuan bernama Ameera Ramadhani di dalam gerobak nasi uduk di Jalan Pejaten Raya, Pasar Minggu, Selasa (3/3/2026), mulai menemui titik terang. Seorang saksi mata mengaku melihat sosok pria dewasa yang diduga kuat sebagai orang yang meletakkan bayi tersebut.
Keterangan ini seolah mematahkan dugaan sementara bahwa bayi tersebut ditinggalkan oleh sang kakak yang mengaku berusia 12 tahun bernama Zidan, sebagaimana tertulis dalam surat wasiat yang ditemukan di lokasi.
Pria Berjaket Cokelat Tenteng Tas Hitam
Ati (53), warga yang tinggal di gang sempit lokasi penemuan, memberikan kesaksian bahwa dirinya melihat seorang pria melintas sekitar satu jam sebelum bayi ditemukan.
“Ada orang lewat kayak bapak-bapak gitu, nenteng tas hitam. Sekitar jam 16.30 WIB,” ujar Ati saat ditemui di rumahnya, Kamis (5/3/2026).
Pria tersebut mengenakan jaket cokelat muda. Awalnya, Ati menduga pria itu adalah kurir paket karena kawasan tersebut memang sering didatangi pengantar barang.
Kembali Tanpa Bawaan
Kecurigaan Ati baru muncul setelah pria tersebut kembali melintasi depan rumahnya sekitar dua menit kemudian. Namun, tas belanja hitam yang sebelumnya ditenteng sudah hilang dari tangannya.
“Balik lagi sudah enggak bawa tentengan itu. Tangannya sibuk main HP, kayak kurir konfirmasi barang,” tutur Ati.
Ati baru menyadari keterkaitan pria tersebut dengan penemuan bayi pada keesokan harinya. Ia memastikan bahwa sosok yang dilihatnya bukanlah anak-anak. “Bukan (anak-anak), orang dewasa,” tegasnya.
Polisi Kesulitan Rekaman CCTV
Meski ada kesaksian mata, upaya pembuktian melalui rekaman CCTV di gang sempit tersebut terkendala. Warga mengakui tidak ada kamera pengawas yang terpasang di jalur pelarian pria tersebut.
“Enggak ada di sini kalau CCTV, di RT lain mungkin ada,” tambah Ati.
Sebelumnya, Ameera ditemukan di dalam tas belanja oleh warga bernama Dinda dan Marlinah sekitar pukul 17.30 WIB karena mendengar tangisan bayi. Di dalam tas itu, ditemukan surat yang mengaku dari “Zidan”, kakak sang bayi.
Zidan menuliskan bahwa ibunya meninggal saat melahirkan Ameera. Ia meminta warga merawat adiknya karena ia tidak ingin masa depan Ameera suram seperti dirinya. Zidan juga menyatakan tidak akan pernah menemui adiknya lagi.
Kapolsek Pasar Minggu, Kompol Anggiat Sinambela, menegaskan pihaknya masih mendalami kasus ini dan melacak keberadaan orang yang bertanggung jawab, termasuk memverifikasi kebenaran sosok “Zidan” yang tertulis di surat tersebut.













