ABNNews— Guru Besar Politik Islam Global FISIP UIN Jakarta, M. Din Syamsuddin mengatakan, Presiden Prabowo Subianto dituntut keberaniannya untuk menegur Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan PM Israel Netanyahu agar tidak bermain api mengobarkan perang karena akan tersulut ke muka sendiri.
“Dan seyogyanya Presiden Prabowo tidak ke Teheran tapi balik ke Washington DC,” ujar Ketua Umum MUI Pusat 2014-2015 ini.
Menurut Ketua Komite Pengarah Aliansi Rakyat Indonesia Bela Palestina (ARI-BP), konflik Israel-Amerika Serikat vs Iran potensial menyulut Perang Regional bahkan Perang Global (Perang Dunia Ketiga), serta memporak-porandakan Dunia Islam.
“Saatnya bagi Pemerintah Indonesia sesuai amanat konstitusi untuk menerapkan politik luar negeri bebas aktif, tidak condong kepada AS dan Israel,” paparnya.
Din mengtakan, serangan Israel-Amerika Serikat ke Iran sebagai pendukung setia Palestina menunjukkan secara nyata bahwa Board of Peace bikinan Presiden Donald Trump adalah kamuflase agar Israel dapat leluasa menguasai Palestina.
“Terbukti Israel semakin menjajah dan menyerang Palestina dan Anggota Board of Peace justeru bungkam. (Serangan ke Iran adalah bagian dari pelemahan pendukung utama Palestina),” kata Din.
Nadzar Lendi













