ABNnews – Menteri Luar Negeri RI Sugiono terus menunjukkan taji diplomasi Indonesia di panggung dunia. Di sela-sela Sidang ke-61 Dewan HAM PBB di Jenewa, Swiss, Senin (23/2), Sugiono menggelar pertemuan krusial dengan Menlu Palestina, Varsen Aghabekian Shahin.
Pertemuan tersebut bukan sekadar basa-basi diplomatik. Indonesia menegaskan kesiapannya mengambil peran yang lebih “berani” dan substantif demi mewujudkan perdamaian abadi di tanah Palestina.
“Fokus utama kontingen Indonesia adalah perlindungan warga sipil dan dukungan kemanusiaan,” tegas Sugiono saat membahas rencana pengiriman pasukan Indonesia dalam misi International Stabilization Force (ISF).
Indonesia menyatakan kesiapan penuh untuk berkontribusi lebih nyata melalui Board of Peace (BoP) dan Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF).
Langkah ini disambut baik oleh Otoritas Palestina yang juga telah membentuk Liaison Office guna memperkuat koordinasi teknis di lapangan.
Sugiono memastikan Indonesia akan berupaya keras mengawal proses transisi agar tetap sejalan dengan kepentingan rakyat Palestina dan hukum internasional.
RI berkomitmen menjaga keberlanjutan gencatan senjata dan mendorong proses politik menuju Two-State Solution atau Solusi Dua Negara yang kredibel.
Menlu Varsen Aghabekian Shahin mengapresiasi habis-habisan langkah politis Indonesia. Ia menyampaikan terima kasih yang mendalam atas bantuan kemanusiaan yang selama ini tak henti-hentinya mengalir dari Indonesia untuk rakyat Palestina.
Diplomasi ini akan berlanjut ke Jakarta! Sugiono mengungkapkan rencana RI menyelenggarakan Sesi Khusus mengenai Palestina pada 15 April mendatang. Acara ini akan digelar di sela-sela KTT D-8 sebagai wadah menggalang dukungan internasional yang lebih solid.
Menutup pertemuan hangat tersebut, Sugiono melayangkan harapan untuk segera menyambut Menlu Shahin di Jakarta dalam kunjungan balasan. Indonesia berjanji akan terus memanfaatkan berbagai forum internasional sebagai “speaker” bagi perjuangan rakyat Palestina.













