ABNnews – Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, angkat bicara mengenai wacana penempatan Polri di bawah kementerian tertentu. Haedar menegaskan bahwa posisi Polri dan TNI yang berada langsung di bawah Presiden merupakan hasil pertimbangan matang sejak era reformasi.
Menurutnya, perubahan struktural seperti menggeser posisi kepolisian setiap kali muncul masalah bukanlah solusi. Langkah tersebut justru berisiko menambah masalah baru di birokrasi negara.
“Kalau Polri ada masalah digabung dengan kementerian yang ada masalah, di situ memunculkan masalah ganda,” ujar Haedar dikutip Antara, Minggu, (22/2/2026).
Fokus Benahi Internal, Bukan Geser Struktur
Haedar menilai Polri dan TNI adalah alat negara yang vital dengan fungsi berbeda. Jika ada kendala, sebaiknya perbaikan dilakukan pada tata kelola internal instansi masing-masing, sebagaimana birokrasi pemerintahan pada umumnya.
Risiko “Masalah Ganda”
Memindahkan Polri ke bawah kementerian dianggap akan memicu kerumitan baru. Haedar mengingatkan bahwa saat ini hampir tidak ada kementerian yang benar-benar tanpa masalah. Menggabungkan dua instansi yang sama-sama punya masalah justru akan kontraproduktif.
Dorong Tata Kelola yang Baik (Good Governance)
Ketimbang sibuk mewacanakan perpindahan posisi, Haedar menyarankan diterapkannya prinsip good governance di tubuh Polri, TNI, hingga kementerian. Tujuannya agar tata kelola semakin baik, praktik korupsi terminimalisir, serta pelayanan kepada bangsa dan rakyat berjalan maksimal sesuai tupoksi.
Percayakan Penuh ke Presiden Prabowo
Haedar meyakini Presiden Prabowo Subianto memiliki pandangan visioner dan sikap kenegarawanan untuk menyelesaikan masalah di institusi negara. Ia juga meminta Komisi Percepatan Reformasi Polri untuk memahami persoalan secara komprehensif dan bijaksana.
Muhammadiyah Tak Campuri Ranah Personal
Terkait pengisian jabatan atau sosok pemimpin di kepolisian, Haedar menegaskan Muhammadiyah tidak akan ikut campur. Ia menghormati hal tersebut sebagai hak prerogatif dan kebijakan Presiden Prabowo.
“Saya yakin bahwa Pak Prabowo memiliki pandangan yang tentu luas, saksama, dan bijaksana,” pungkas Haedar.













