banner 728x250

Kisah Child Grooming, Buku Broken Strings Aurelie Moeremans yang Memantik Perbincangan Publik

Aurelie Moeremans. (Foto: istimewa)

ABNnews — Aurelie Moeremans mengaku menjadi korban grooming di usia 15 tahun. Aurelie menceritakan kisah tersebut melalui sebuah buku yang ia tulis bertajuk Broken Strings. Buku itu kini ramai diperbincangkan di media sosial.

Buku ini menarik perhatian publik karena berisi rangkaian tulisan reflektif dan pengalaman personal yang emosional, jujur, dan menyentuh.

Untuk diketahui, grooming merupakan istilah ketika seorang anak berada di bawah manipulasi orang yang lebih dewasa darinya. Hal itu disampaikan Aurelie melalui akun Instagram miliknya.

“Buku ini adalah kisah nyata tentang aku. Tentang bagaimana aku digrooming waktu umur 15 tahun oleh seseorang yang usianya hampir dua kali umur aku,” tulis Aurelie.

Aurelie mengatakan, buku ini berisi tentang bagaimana ia dimanipulasi dan dikontrol hingga akhirnya menjalani proses pemulihan diri. “Tentang manipulasi, kontrol, dan proses pelan-pelan belajar menyelamatkan diri sendiri,” tulis Aurelie.

Aurelie menambahkan, buku tersebut ditulis dari sudut pandangnya sebagai korban tanpa romantisasi. “Ditulis tanpa romantisasi, dari sudut pandang korban,” ujar Aurelie.

Istri Tyler Bigenho itu juga menyebut bahwa buku tersebut mendapat banyak atensi publik hingga telah dibaca oleh puluhan ribu orang. “Sudah dibaca puluhan ribu orang. Dan cerita yang sudah menyentuh banyak hati, enggak bisa dihapus,” tutup Aurelie.

Dalam bukunya, Aurelie Moeremans menggunakan nama samaran “Bobby” untuk menggambarkan sosok yang disebut melakukan grooming dan kekerasan emosional.

Aurelie mengungkap bahwa pengalaman tersebut bermula ketika dirinya masih berusia 15 tahun dan bertemu sosok tersebut di lokasi syuting sebuah iklan.

Kisah tersebut menjadi salah satu bagian paling emosional dalam Broken Strings, karena menggambarkan dampak jangka panjang dari relasi tidak sehat yang dialami Aurelie di usia muda.

Melalui buku ini, Aurelie juga membuka diskusi publik mengenai pentingnya kesadaran akan isu child grooming dan kesehatan mental korban.

Rilis buku Broken Strings tidak hanya menjadi catatan personal Aurelie Moeremans, tetapi juga memantik diskusi luas tentang isu child grooming, relasi kuasa, serta perlindungan anak dan remaja di industri kreatif. Hingga kini, buku tersebut masih terus menjadi bahan perbincangan publik.

Adapun buku ini bisa didapatkan secara gratis melalui tautan yang ia sematkan di media sosialnya, namun belakangan, buku ini diketahui akan ada versi cetaknya.

Bahkan banyak production house yang sudah memberikan penawaran kepada Aurelie agar buku ini bisa divisualisasikan melalui film.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *