ABNnews – Di tengah capaian pertumbuhan ekonomi nasional yang menyentuh angka 5,61 persen pada semester I-2026, Pemerintah Indonesia bergerak cepat menggaet investasi asing.
Sebanyak 32 proyek infrastruktur strategis milik BUMN dan BUMD dipaparkan secara langsung di hadapan puluhan raksasa bisnis Jepang.
Penawaran proyek raksasa tersebut dilakukan dalam ajang Indonesia-Japan Infrastructure and Transportation Business Forum and Business Matching yang digelar Kemenko Perekonomian bersama KBRI Tokyo di Jepang, 27-28 Agustus 2026.
Sebanyak 32 proyek yang ditawarkan berasal dari 9 BUMN/BUMD, mencakup sektor jalan tol, kawasan hunian (housing and township), properti komersial, perkeretaapian dan Transit-Oriented Development (TOD), pelabuhan dan logistik, hingga fasilitas fabrikasi baja.
Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) KBRI Tokyo, DCM Maria Renata Hutagalung, menyampaikan bahwa kemitraan Indonesia-Jepang telah terjalin kokoh selama tujuh dekade. Rekam jejak keberhasilan proyek besar seperti MRT Jakarta dan Pelabuhan Patimban menjadi bukti nyata kolaborasi kedua negara.
“Melalui forum ini, kerja sama yang telah terjalin diharapkan dapat terus diperkuat, khususnya dalam mendorong investasi, pengembangan kapasitas, serta transfer pengetahuan dan teknologi,” tutur Maria.
Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kemenko Perekonomian, Ferry Irawan, menegaskan bahwa indikator ekonomi Indonesia berada dalam kondisi yang sangat sehat untuk berinvestasi.
“Pada semester I tahun 2026, ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,61%, inflasi terkendali pada 3,34% (year-on-year), dan realisasi investasi telah melampaui Rp1.010 triliun. Kepercayaan investor juga tercermin dari dipertahankannya peringkat utang Indonesia pada level BBB dengan stable outlook oleh S&P, serta hasil Survei JETRO yang mencatat 69,1% perusahaan Jepang di Indonesia optimistis membukukan laba,” beber Ferry.
Guna mengejar target pertumbuhan ekonomi 8 persen pada tahun 2029, pemerintah terus memacu masuknya investasi produktif yang dapat mengakselerasi transfer teknologi serta membuka lapangan kerja berkualitas.
Forum bisnis yang membedah peluang investasi strategis ini menghadirkan pembicara dari BKPM, PT PII, JICA, serta JETRO. Sejumlah pimpinan BUMN/BUMD hadir langsung memaparkan proyeknya, seperti PT PII, PT SMI, PT KAI, PT Pelindo, PT Hutama Karya, PT Jasa Marga, PT Wijaya Karya, PT Waskita Toll Road, dan PT MRT Jakarta, sementara PT PP dan Perumnas memaparkan proyek secara daring.
Antusiasme investor Negeri Sakura terlihat dari hadirnya lebih dari 50 perwakilan dari sekitar 36 perusahaan dan institusi keuangan terkemuka Jepang.
Perusahaan raksasa yang turut berpartisipasi antara lain Sumitomo Corporation, Toyota Tsusho, Mizuho Bank, Tokyu JR East, SMBC, hingga Penta Ocean. Kehadiran para calon investor ini diharapkan segera terealisasi melalui proses business matching dan penanaman modal konkret di tanah air.












