ABNnews – Suasana di kawasan Teluk kian mencekam. Dentum ledakan hebat terdengar di Ibu Kota Arab Saudi, Riyadh, memasuki hari kedua serangan balasan Iran terhadap pangkalan militer Amerika Serikat. Ledakan ini pecah tak lama setelah Teheran mengonfirmasi tewasnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
Koresponden AFP dan warga setempat melaporkan suara ledakan keras yang memicu kepanikan. Tak hanya suara, asap hitam pekat terlihat mengepul di langit Riyadh pasca-ledakan tersebut.
Dubai hingga Doha Ikut Membara
Tak hanya di Arab Saudi, laporan Reuters menyebutkan suara ledakan juga menggelegar di Dubai (Uni Emirat Arab) dan Doha (Qatar). Bahkan, untuk pertama kalinya, Oman turut menjadi target dalam pusaran serangan balasan Iran ini.
Awalnya, Iran mengklaim hanya mengincar pangkalan militer AS di negara-negara Teluk. Namun memasuki hari kedua perang, serangan mulai menyasar wilayah kedaulatan banyak negara seperti Arab Saudi, Qatar, UEA, hingga Oman.
Burj Khalifa dan Palm Jumeirah Rusak?
Dampak serangan di Uni Emirat Arab (UEA) dilaporkan cukup fatal. Serangan tersebut dikabarkan merusak sejumlah infrastruktur vital dan bangunan ikonik dunia.
Beberapa titik yang terdampak antara lain: Bandara Internasional Dubai, Bangunan Ikonik Burj Khalifa serta Pulau Buatan Palm Jumeirah.
Media lokal di Dubai melaporkan setidaknya dua orang mengalami luka-luka akibat terkena serpihan drone yang terjatuh di area pemukiman warga setelah berhasil diintersepsi oleh sistem pertahanan udara.
Situasi Tak Terkendali
Eskalasi ini diprediksi akan terus meningkat mengingat Iran sedang dalam masa berkabung nasional dan bersumpah akan melakukan pembalasan “paling ganas” dalam sejarah mereka.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai total jumlah korban jiwa dari pihak otoritas Arab Saudi maupun UEA. Kawasan Teluk kini berada dalam status siaga satu.













