banner 728x250
Dunia  

Iran Membara Usai Diserang AS-Israel, Kemlu RI Minta WNI Siaga Satu!

Israel dan Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan udara ke wilayah Iran. (Foto: via REUTERS/WANA)

ABNnews – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memantau ketat situasi keamanan di Iran yang mendadak memanas. Pemerintah mengimbau seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) di sana agar tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan ekstra menyusul serangan udara yang terjadi di beberapa titik.

Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, mengonfirmasi bahwa serangan bersenjata via udara telah pecah di beberapa kota sekitar pukul 09.45 waktu setempat.

“KBRI Tehran telah memastikan terjadi serangan bersenjata melalui udara di beberapa kota. Kami memfokuskan komunikasi intensif dengan WNI di Iran dan telah menerbitkan edaran terbaru terkait langkah konkret keselamatan,” ujar Yvonne dikutip Antara, Sabtu (28/2/2026).

Hotline Darurat Siaga 24 Jam

Yvonne menegaskan bahwa pemerintah akan terus melakukan penilaian menyeluruh guna mengambil langkah-langkah evakuasi atau perlindungan yang diperlukan.

Bagi WNI yang berada dalam kondisi darurat, segera hubungi kontak berikut:
* Hotline KBRI Tehran: +98 9914668845 / +98 902 466 8889

* Hotline Pelindungan WNI Kemlu: +62 812-9007-0027


Serangan Kedua Donald Trump ke Iran

Ketegangan ini memuncak setelah militer Amerika Serikat (AS) di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump, bekerja sama dengan Israel, meluncurkan operasi militer berskala besar pada Sabtu (28/2). Ini merupakan serangan kedua Trump ke Iran setelah insiden serupa pada Juni 2025 lalu.

Trump berdalih operasi ini bertujuan untuk melenyapkan ancaman nuklir Iran. Padahal, sebelumnya AS dan Iran baru saja merampungkan putaran ketiga perundingan nuklir di Jenewa pada Kamis (26/2) dengan mediasi dari Oman.

Nasib Perundingan Nuklir di Ujung Tanduk?

Ironisnya, serangan ini terjadi tepat setelah Menteri Luar Negeri Oman, Sayyid Badr Al-Busaidi, menyatakan adanya kesepakatan kebijakan tanpa penimbunan uranium yang diperkaya. Iran disebut setuju mengurangi stok uranium ke tingkat terendah untuk dikonversi menjadi bahan bakar di bawah pengawasan IAEA.

Namun, dengan pecahnya serangan udara hari ini, peta stabilitas di Timur Tengah kembali abu-abu. Kemlu RI pun meminta WNI untuk tidak melakukan perjalanan yang tidak mendesak dan selalu mematuhi aturan keamanan otoritas setempat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *