ABNnews – Pengemudi mobil Toyota Fortuner berpelat B-679-JAB mengaku kecewa berat terhadap aksi perekam video dari mobil di belakangnya yang menyebarkan hoaks serta narasi menyesatkan di media sosial.
Video tersebut menuduh polisi lalu lintas menerima ‘salam tempel’ atau pungutan liar (pungli) saat menyetop kendaraannya di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat.
Kejadian yang viral di media sosial tersebut memperlihatkan seorang anggota polisi menghentikan Fortuner di lampu merah Cempaka Putih pada Kamis (8/10/2026).
Dalam rekaman itu, tangan petugas terlihat masuk ke dalam kaca mobil yang kemudian dinarasikan oleh pengunggah seolah-olah terjadi praktek ‘pungli’ terkait pelanggaran ganjil-genap (gage).
Pihak kepolisian langsung bergerak cepat mendalami insiden tersebut dengan memeriksa anggota di lapangan serta meminta klarifikasi langsung dari pengemudi Fortuner.
“Hasil klarifikasi menyatakan bahwa petugas melakukan pemeriksaan dokumen kendaraan dan mengembalikannya setelah diperiksa. Pengendara juga membantah adanya pungutan uang dalam kejadian tersebut,” tulis keterangan akun TikTok Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya, dikutip Senin (12/10/2026).
Lewat video klarifikasi yang diunggah oleh TMC Polda Metro Jaya, pengemudi Fortuner tersebut menguraikan duduk perkara sebenarnya. Ia mengakui secara terbuka kelalaiannya mengemudikan kendaraan berpelat ganjil pada tanggal genap.
“Saya adalah pengemudi mobil B-679-JAB yang viral di medsos. Saya sadar sekali bahwa itu adalah tanggal genap, sedangkan mobil saya ganjil,” terangnya.
Saat dihampiri petugas, pengemudi itu langsung meminta maaf atas pelanggarannya. Ia menegaskan bahwa petugas kepolisian melayaninya dengan ramah dan tidak meminta uang sepeser pun.
“Pak polisi tersenyum dengan baik dan dia hanya minta SIM saya, tanpa minta uang sepeser pun. Sayanya kasih KTP, terus dia jawab lagi ‘Pak saya (minta) SIM’ sambil tersenyum, lalu saya jawab ‘Oh iya maaf’,” tuturnya.
Setelah memeriksa SIM yang diserahkan, anggota polisi tersebut langsung mengembalikannya dan mempersilakannya melanjutkan perjalanan.
“Setelah dikasih SIM, dia tidak minta sepeser pun seperti dinarasikan di media sosial. Dia kembalikan SIM saya, lalu bilang selamat jalan dan hati-hati di jalan, sudah,” jelasnya.
Pria tersebut menyayangkan sikap pengemudi mobil di belakangnya yang memviralkan video dengan narasi hoaks tanpa mengetahui fakta yang sesungguhnya di lapangan.
Atas beredarnya kabar tidak benar ini, TMC Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat agar tidak mudah menyimpulkan suatu peristiwa di media sosial sebelum terverifikasi kebenarannya.
“Mari bijak dalam bermedia sosial, jangan terburu-buru menyimpulkan sebelum fakta terungkap. Pastikan informasi yang dibagikan telah terverifikasi,” tegas TMC Polda Metro Jaya.












