ABNnews – Bek Persija Jakarta, Rizky Ridho, menyayangkan aksi boikot The Jakmania yang dipicu kekecewaan atas melambungnya harga tiket laga uji coba melawan Brisbane Roar di Jakarta International Stadium (JIS), Sabtu (29/8/2026).
Pemain Timnas Indonesia itu secara terbuka menegaskan betapa berharganya kehadiran suporter di tribun lapangan bagi skuad Macan Kemayoran.
Polemik ini bermula ketika manajemen Persija mematok harga tiket laga persahabatan tersebut sebesar Rp 150.000 untuk tribun bawah dan Rp 130.000 untuk tribun atas tarif yang belum termasuk pajak serta biaya administrasi. Kebijakan itu dinilai terlampau mahal hingga memicu gelombang boikot dari The Jakmania.
Rizky Ridho mengaku sudah memantau riak kekecewaan pendukung Persija di lini masa media sosial. Meski demikian, ia enggan berkomentar lebih jauh karena masalah tarif tiket sepenuhnya merupakan ranah kebijakan manajemen klub.
“Ya, saya juga lihat beberapa aksi soal boikot itu di Instagram. Tentunya saya juga nggak bisa beri jawaban yang maksimal ke teman-teman karena mungkin ada pihak yang berwajib untuk menjawab pertanyaan itu,” kata Rizky Ridho.
Kendati tak memiliki wewenang dalam urusan manajerial, Ridho tetap berharap perselisihan antara manajemen klub dan suporter dapat segera menemukan titik terang. Menurutnya, keharmonisan kedua pihak sangat krusial bagi perjalanan Persija ke depan.
“Tapi yang bagi saya, saya berharap semoga keadaannya membaik semuanya antara suporter dan tim,” tuturnya.
Sebut Suntikan Energi Suporter Tak Tergantikan
Ridho menggarisbawahi bahwa kehadiran The Jakmania di dalam stadion selalu menjadi suntikan moral dan energi tambahan yang sangat besar bagi para pemain saat berlaga.
“Gimana pun kami juga butuh suporter. Dan saya harap semuanya membaik dan kembali untuk mendukung Persija di musim-musim berikutnya, di musim depan karena kita memang butuh mereka,” tegas Ridho.
Keputusan The Jakmania untuk absen dalam laga uji coba internasional ini resmi diumumkan melalui akun Instagram resmi organisasi pada Kamis (27/8/2026). Lonjakan harga tiket menjadi alasan mendasar di balik aksi pengosongan tribun tersebut.
Padahal, duel kontra tim papan atas asal Australia, Brisbane Roar, merupakan agenda penting Persija dalam menggembleng kesiapan tim jelang kompetisi musim baru. Namun, persoalan tiket membuat atmosfer di JIS berpotensi sepi tanpa kawalan utuh pendukung setianya.
Ridho memungkas dengan harapan besar agar hubungan Persija dan The Jakmania segera pulih kembali, sehingga keduanya dapat kembali berjalan berdampingan demi mengusung misi membawa Macan Kemayoran meraih prestasi tertinggi.












