ABNnews – Maskapai Pelita Air membanting harga tiket penerbangan hingga 45 persen dalam rangka merayakan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Promo spesial bertajuk ‘Merdeka Surprice’ ini menyasar rute domestik maupun internasional dengan periode perjalanan hingga akhir Oktober 2026.
Direktur Utama Pelita Air Faik Fahmi mengatakan, promo diskon besar-besaran ini dihadirkan sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat sekaligus langkah memperluas keterjangkauan akses transportasi udara.
“Kemerdekaan adalah momentum untuk terus bergerak maju dan saling terhubung. Melalui promo Merdeka Surprice, Pelita Air ingin menghadirkan akses perjalanan udara yang semakin terjangkau sehingga lebih banyak masyarakat dapat menikmati pengalaman terbang yang aman dan nyaman,” ujar Faik dalam keterangannya, Kamis (13/8/2026).
Masyarakat yang ingin memburu tiket murah pulang-pergi (PP) dapat melakukan pemesanan mulai 16 hingga 18 Agustus 2026 melalui aplikasi dan situs resmi Pelita Air.
Adapun jadwal penerbangan yang dipotong harganya yakni pada 17 Agustus 2026 serta periode penerbangan tanggal 1 September sampai 24 Oktober 2026.
Faik menilai keberadaan konektivitas udara berperan vital dalam mendorong mobilitas warga serta menggairahkan perekonomian di daerah. Pergerakan penumpang diyakini berimbas positif pada sektor pariwisata, dunia bisnis, dan ekonomi kreatif.
“Kami percaya konektivitas yang semakin baik akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan pariwisata, aktivitas bisnis, hingga perekonomian di berbagai daerah,” ungkapnya.
Meski harga tiket dibanting murah, Pelita Air tetap melengkapi setiap penerbangan dengan fasilitas penuh. Para penumpang berhak mendapatkan makanan gratis (free meals), bagasi tercatat hingga 20 kg, bagasi kabin 7 kg, serta akses hiburan di udara (inflight entertainment).
Masyarakat yang tertarik disarankan untuk segera mencatat tanggal promo dan memantau kanal resmi Pelita Air untuk mengetahui syarat serta ketentuan yang berlaku.
“Pelita Air ingin menjadi bagian dari perjalanan masyarakat Indonesia. Tidak hanya menghubungkan kota dengan kota, tetapi juga menghubungkan berbagai peluang, mulai dari sektor pariwisata, investasi, hingga aktivitas ekonomi kreatif,” tegas Faik.












