Aksinya Viral Hingga Dikepung Warga, Sopir Taksol Diduga Cabul di Jakbar Buka Suara Minta Ampun

Seorang penumpang wanita diduga menjadi korban pelecehan sopir taksi online (taksol) di Jakbar. (dok Istimewa)

ABNnews – Aksi sopir taksi online (taksol) berinisial ARA (54) yang diduga mencabuli penumpang wanitanya di Jakarta Barat berujung viral setelah aksinya tepergok hingga dikepung warga.

Pria paruh baya itu akhirnya buka suara dan menangis histeris memohon ampun saat digiring ke kantor polisi.

Dalam rekaman video yang beredar luas di media sosial, tampak pelaku berjongkok pasrah di tengah kepungan warga yang geram atas dugaan tindakan kontak fisik secara paksa terhadap korban.

Terdengar suara tersangka yang tak henti-hentinya meminta maaf. Pria berusia 54 tahun tersebut bahkan sempat bersimpuh di kaki salah seorang warga demi memohon agar dirinya diampuni.

Meski sempat memohon ampun, warga tetap menyerahkan pelaku ke pihak kepolisian. Kasus dugaan perbuatan cabul ini kini ditangani secara intensif oleh Satuan Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Satres PPA-PPO) Polres Metro Jakarta Barat.

“Ya (benar) sudah terima laporan. Laporannya itu terkait perbuatan cabul,” ujar Kasi Humas Polres Metro Jakarta Barat AKP Wisnu Wirawan, Senin (10/8/2026).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, laporan resmi dari pihak korban telah dibuat sejak Kamis (6/8) sore. Setelah memeriksa saksi dan mengumpulkan alat bukti, penyidik resmi menetapkan ARA sebagai tersangka.

“Sudah dinaikkan ke tingkat penyidikan, terhadap tersangka dilakukan penahanan,” tegas Wisnu.

Atas perbuatannya, tersangka ARA kini dijerat dengan Pasal 414 ayat (1) huruf b KUHP dan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di balik jeruji besi.

Guna menjaga kondusivitas, pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melapor apabila mengalami atau melihat potensi gangguan keamanan dan ketertiban (kamtibmas) melalui call center kepolisian 110 atau mendatangi kantor polisi terdekat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *