ABNnews – Forum RT kembali menjadi ruang strategis untuk membedah konsep Community Policing atau Pemolisian Masyarakat (Polmas).
Konsep ini ditegaskan bukan sekadar fungsi operasional semata, melainkan sebuah filosofi dan strategi mendasar untuk membangun kepolisian yang dekat, dipercaya, dan didukung penuh oleh warga masyarakat.
Melalui wadah Forum RT, community policing diwujudkan melalui kesamaan persepsi antara jajaran kepolisian dan warga komunitas yang dilayani. Pendekatan dari hati ke hati ini melahirkan kemitraan sejajar demi menciptakan keharmonisan dan ketertiban sosial.
Secara filosofis, keberadaan community policing bertujuan untuk menjamin keamanan, rasa aman, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Keberhasilan polisi dalam filosofi ini tidak lagi diukur sebatas pengungkapan kasus hukum, melainkan saat harmoni sosial terjaga dan masalah berhasil dicegah.
Setidaknya ada 10 poin mendasar filosofi community policing:
1. Keberadaan polisi diterima, didukung, dan menjadi bagian dari kehidupan warga.
2. Polisi memahami kebutuhan akan keamanan dan rasa aman masyarakat.
3. Polisi sejajar dengan warga melalui wadah kemitraan, seperti forum atau asosiasi representatif.
4. Dialog antara polisi dan warga mampu mencari akar masalah serta menemukan solusi yang diterima semua pihak.
5. Polisi menjadi ikon kedekatan, kecepatan, dan persahabatan.
6. Keberadaan polisi meminimalisir ketakutan warga terhadap aksi kriminalitas.
7. Mengedepankan upaya pencegahan kejahatan.
8. Tolok ukur keberhasilan berfokus pada harmoni dan keteraturan sosial, bukan sekadar pengungkapan perkara.
9. Pemolisian diimplementasikan berbasis wilayah, fungsi, dan dampak masalah.
10. Polisi bertindak sebagai penolong yang melayani tulus dan bereaksi cepat.
10 Model Pemolisian di Era Modern
Filosofi tersebut dikembangkan ke dalam berbagai model pemolisian yang adaptif terhadap dinamika perubahan zaman, corak masyarakat, dan kebudayaan. Berbekal prinsip dasar “satu prinsip seribu gaya”, berbagai model pemolisian terus diterapkan di lapangan:
* Electronic Policing: Pemolisian berbasis digital di era modern.
* Road Safety Policing: Pemolisian pada fungsi keselamatan lalu lintas.
* Art Policing: Pendekatan pemolisian melalui seni, budaya, dan pariwisata.
* International Policing: Pemolisian dalam kancah internasional.
* Forensic Policing: Pemolisian situasi pandemi atau masalah biologi, kimia, hingga nuklir.
* Emergency Policing: Penanganan situasi kegawatdaruratan.
* Contingency Policing: Penanganan situasi kontijensi akibat faktor manusia, alam, maupun infrastruktur.
* Maritime Policing: Pemolisian wilayah perairan dan kepulauan.
* Border Policing: Pemolisian untuk kawasan perbatasan antarnegara.
* Smart Policing: Kolaborasi antara conventional policing, e-policing, dan forensic policing.
Bhabinkamtibmas dan Forum RT Jadi Ujung Tombak
Dalam penerapannya, Bhabinkamtibmas dan Forum RT menjadi ujung tombak utama implementasi strategi Polmas. Forum RT memfasilitasi ruang dialog antar-pengurus untuk saling mengenal dari hati ke hati dan membangun jejaring komunikasi sosial yang berkesinambungan.
Tugas Bhabinkamtibmas berorientasi pada pemolisian berbasis geografi dan kepentingan (community of interest). Pendekatan ini dilakukan secara proaktif, berorientasi pada pemecahan masalah (problem solving), serta menjunjung tinggi prinsip demokrasi mulai dari supremasi hukum, perlindungan HAM, hingga transparansi dan akuntabilitas.
Langkah Simultan Membangun Kepercayaan Publik
Guna menyelesaikan akar masalah ketidakpercayaan publik secara kompleks, diperlukan langkah-langkah simultan dan terintegrasi:
1. Edukasi SDM agar menjadi profesional, cerdas, bermoral, dan modern.
2. Pembangunan sistem anti-korupsi, anti-narkoba, dan anti-konflik primordialisme.
3. Apresiasi dan branding bagi SDM yang menjadi role model.
4. Kemitraan stakeholder sebagai soft power dan hard power.
5. Kepemimpinan yang transformatif serta reformasi birokrasi secara kultural, instrumental, dan struktural.
6. Program unggulan untuk memperbaiki citra instansi dan pembentukan birokrasi yang rasional.
7. Pembuatan pilot project percontohan.
8. Penegakan hukum yang tegas “tebang habis” tanpa tebang pilih.
Melalui ketulusan melayani dan kecepatan bertindak, kolaborasi Bhabinkamtibmas dan Forum RT diharapkan mampu menghadirkan sosok polisi yang cepat, dekat, dan bersahabat demi menciptakan lingkungan yang aman, bermanfaat, serta menyenangkan bagi warga.












