Sempat Dua Kali Tertinggal, Maroko Ngamuk Sikat Haiti demi Tiket 32 Besar

Timnas Maroko sempat dibuat kerepotan dan dua kali tertinggal sebelum akhirnya ngamuk menghancurkan Haiti dengan skor telak 4-2. (Foto: FIFA)

ABNnews – Timnas Maroko sempat dibuat kerepotan dan dua kali tertinggal sebelum akhirnya ngamuk menghancurkan Haiti dengan skor telak 4-2. Kemenangan krusial ini sukses menyegel tiket kelolosan Singa Atlas ke babak 32 besar Piala Dunia 2026.

Laga hidup-mati pamungkas Grup C ini berlangsung penuh drama di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, Amerika Serikat, Kamis (25/6/2026) pagi WIB. Sempat dikejutkan oleh perlawanan spartan Haiti, mental baja semifinalis Piala Dunia 2022 itu akhirnya berbicara.

Berkat tambahan tiga poin ini, Maroko finis di peringkat kedua Grup C dengan koleksi 7 poin. Jumlah poin mereka sebenarnya sama dengan Brasil yang di saat bersamaan melumat Skotlandia 3-0. Namun, Brasil berhak menyabet status juara grup karena unggul selisih gol (surplus 6 berbanding surplus 3).

Di sisi lain, kekalahan ini membuat Haiti harus angkat koper lebih cepat dan terbenam di dasar klasemen tanpa poin. Sementara Skotlandia yang finis di urutan ketiga dengan 3 poin (defisit 5 gol) harus gigit jari sambil berharap keajaiban masuk dalam slot peringkat ketiga terbaik.

Haiti di luar dugaan tampil kesetanan sejak peluit sepak mula dibunyikan. Laga baru berjalan 10 menit, mereka sudah berhasil mencuri keunggulan.

Berawal dari aksi Jean-Kevin Duverne di sayap kanan, ia melepaskan umpan tarik yang disambut sontekan tumit Lenny Joseph. Bola sempat mengenai kiper Yassine Bounou sebelum bergulir ke dalam gawang, sehingga dihitung sebagai gol bunuh diri. Haiti memimpin 1-0.

Maroko yang tersengat langsung menaikkan intensitas serangan. Namun, Singa Atlas baru bisa menyamakan kedudukan pada menit ke-39.

Memanfaatkan blunder kiper Johny Placide yang teledor mengantisipasi umpan silang, Achraf Hakimi dengan sigap menyergap bola liar di depan gawang. Skor menjadi 1-1.

Drama belum usai. Empat menit berselang (43′), Haiti kembali memimpin lewat aksi memukau Wilson Isidor. Menerima umpan di luar kotak penalti, Isidor melepaskan tendangan roket ke pojok kiri atas gawang yang gagal dijangkau Bounou. Haiti kembali unggul 2-1.

Beruntung bagi Maroko, keunggulan lawan tak bertahan lama. Memasuki masa injury time babak pertama (45+1′), Ismael Saibari sukses menyamakan skor menjadi 2-2 setelah menuntaskan umpan tarik matang dari Hakimi.

Memasuki paruh kedua, jalannya pertandingan sepenuhnya menjadi milik Maroko. Kejelikan pelatih Maroko dalam melakukan pergantian pemain berbuah manis pada menit ke-78.

Soufiane Rahimi, yang baru delapan menit masuk menggantikan Saibari, sukses membalikkan kedudukan. Menerima umpan silang dari Chadi Riad, Rahimi menyambutnya dengan sepakan keras yang menghujam deras jala Haiti. Maroko berbalik unggul 3-2.

Satu menit sebelum waktu normal berakhir (89′), penyerang pengganti Gessime Yassine mengunci kemenangan Maroko. Berdiri bebas tanpa kawalan, Yassine dengan mudah menceploskan bola ke gawang kosong usai menerima umpan manja dari Rahimi.

Papan skor sempat tertahan lantaran wasit meninjau Video Assistant Referee (VAR) cukup lama untuk mengecek proses terjadinya gol. Namun, sang pengadil akhirnya tetap mengesahkan gol tersebut. Skor 4-2 untuk kemenangan comeback dramatis Maroko bertahan hingga peluit panjang berbunyi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *