banner 728x250

Buntut Video Viral Pak Ogah Maksa Minta Duit, 8 Lokasi Rawan di Jakbar Diacak-acak Petugas

Belasan orang Pak Ogah dan PPKS diamankan petugas dari beberapa lokasi penindakan (dok Satpol PP DKI)

ABNnews – Aparat gabungan mengacak-acak delapan lokasi rawan di wilayah Jakarta Barat (Jakbar) sebagai buntut dari beredarnya video viral aksi arogan pengatur lalu lintas informal alias ‘Pak Ogah’ yang memaksa meminta duit kepada pengendara di Cengkareng.

Petugas bergerak cepat melakukan penyisiran demi menyikat para pelaku pungutan liar (pungli) yang telah meresahkan pengguna jalan tersebut.

Dalam rekaman video yang beredar luas di media sosial (medsos), terlihat aksi nekat oknum Pak Ogah yang meminta uang kepada pengendara mobil secara paksa dengan gestur mengintimidasi.

Tak hanya itu, ada pula pelaku yang tersulut emosi hingga bertindak emosional kepada pengguna jalan lain yang enggan memberi uang.

“Menindaklanjuti laporan warga terkait pungli di wilayah Cengkareng, Jakarta Barat. Satpol PP Jakarta Barat segera bergerak bersinergi bersama TNI dan Polri untuk menindak para pelaku pungli di kawasan tersebut,” tegas Kasatpol PP DKI Jakarta, Satriadi Gunawan, Kamis (4/6/2026).

Operasi penertiban terhadap Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) di wilayah hukum Jakarta Barat ini digencarkan pada Rabu (3/6) pagi.

Tak main-main, Satpol PP langsung menggandeng personel lintas instansi, mulai dari Polsek Cengkareng, Koramil 04 Cengkareng, Dinsos Kecamatan Cengkareng, hingga Dishub Kecamatan Cengkareng.

Langkah taktis petugas gabungan yang mengacak-acak titik rawan ini membuahkan hasil. Belasan orang Pak Ogah hingga PPKS jalanan berhasil diamankan dari beberapa titik lokasi penindakan. Tanpa ampun, mereka langsung diangkut menggunakan kendaraan dinas untuk dijebloskan ke panti sosial.

“Total 14 PPKS diamankan dan dibawa ke panti sosial,” ungkap Satriadi.

Satriadi memerinci, dari belasan orang yang terjaring dalam razia besar-besaran tersebut, petugas mengklasifikasikan ada 4 orang yang berstatus PPKS murni dan 10 orang lainnya merupakan Pak Ogah jalanan yang diduga kerap melakukan pungli.

Adapun delapan lokasi rawan sosial yang disisir oleh petugas di antaranya pertigaan Jalan Cenderawasih, putaran Hotel Royal Palm Mutiara Cengkareng, pertigaan Kapuk Metro atau Kamal, putaran Kayu Besar Cengkareng Barat, hingga U-Turn ABC Daan Mogot Kedaung Kali Angke.

Penertiban ini rupanya tidak langsung berhenti dalam sekali jalan. Guna memastikan kawasan Jakarta Barat benar-benar bersih dan steril dari praktik premanisme berkedok pengatur jalan, jajaran petugas memperpanjang durasi patroli hingga larut malam.

“Beberapa diduga pelaku pungli berhasil diamankan untuk ditindaklanjuti, penyisiran terus dilanjuti hingga malam hari dan berhasil kembali jajaran mengamankan diduga para pelaku pungli,” pungkas Satriadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *