ABNnews – Kabar duka menyelimuti dunia pendakian. Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, dilaporkan mengalami erupsi dahsyat pada Jumat (8/5/2026) pagi. Nahas, bencana alam ini memakan korban jiwa, termasuk warga negara asing (WNA).
Data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat letusan terjadi pukul 07.41 WIT. Tinggi kolom letusan teramati mencapai kurang lebih 10.000 meter di atas puncak, atau sekitar 11.087 meter di atas permukaan laut.
Kapolres Halmahera Utara, AKBP Erlichson Pasaribu, mengonfirmasi adanya korban jiwa dalam musibah ini. Sebanyak tiga orang pendaki dinyatakan meninggal dunia setelah terjebak di tengah amukan abu vulkanik.
“Iya, tiga meninggal dunia,” kata AKBP Erlichson saat dihubungi, Jumat (8/5/2026).
Erlichson memerinci, para korban tewas terdiri dari dua warga negara Singapura dan satu warga negara Indonesia (WNI) yang berasal dari Jayapura. Hingga saat ini, pihak kepolisian belum membeberkan identitas detail para korban.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyebut ada total 20 pendaki yang terdata berada di kawasan Gunung Dukono saat kejadian. Dari jumlah tersebut, 14 orang ditemukan dalam kondisi selamat.
Ketujuh WNA Singapura yang selamat berinisial TYME (30), OSS (37), PL (33), LHEI (31), TJYG (30), LYXV (30), dan LSD (29). Sementara tujuh pendaki asal Indonesia yang berhasil dievakuasi adalah BB (24), Y (23), S (26), A (22), H (26), FN (27), serta RI (29).
Hingga Jumat siang, tim SAR gabungan masih berjibaku mencari dua pendaki Singapura lainnya berinisial HWQT (30) dan SMBAH (27). Operasi pencarian sempat dihentikan sementara pukul 14.10 WIB demi keselamatan personel.
“Pencarian dihentikan sementara karena adanya potensi lontaran lava pijar dengan jangkauan mencapai 1,5 km dari puncak kawah. Seluruh tim evakuasi sempat berada di Pos 5 menunggu kondisi aman,” ujar Abdul Muhari.
Operasi dilanjutkan kembali pukul 15.25 WIB dengan membagi tim ke dua titik, termasuk penyisiran jalur puncak dan wilayah aliran sungai. Tim SAR juga mengerahkan drone guna memantau pergerakan erupsi yang masih fluktuatif dari udara.
Merespons situasi yang masih sangat dinamis, PVMBG mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk tidak beraktivitas atau mendaki dalam radius 4 km dari Kawah Malupang Warirang.
Warga di sekitar lereng Gunung Dukono juga diminta selalu menyediakan masker penutup hidung dan mulut guna menghindari ancaman bahaya abu vulkanik pada sistem pernapasan. Saat berita ini dibuat, penanganan darurat masih terus dilakukan oleh BPBD, Basarnas, TNI/Polri, hingga relawan setempat.













