banner 728x250

Siap-siap Macet Horor! Kemenhub Ramal Puncak Arus Balik Pecah Habis Lebaran Ketupat

Ilustrasi. Foto: Jasa Marga

ABNnews – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mewanti-wanti masyarakat untuk pasang mata terkait potensi lonjakan arus balik yang diprediksi meroket pasca-perayaan Lebaran Ketupat, Sabtu (28/3/2026). Akhir pekan ini bakal jadi ujian berat buat para pemudik yang mau balik ke kota asal sebelum masa libur ludes pada Senin (30/3) nanti.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Kemenhub, Ernita Titis Dewi, menegaskan bahwa Sabtu dan Minggu ini adalah titik konsentrasi massa.

“Pergerakan masyarakat cenderung terkumpul dalam waktu yang relatif singkat. Ini yang perlu diantisipasi karena berpotensi menimbulkan kepadatan di ruas jalan utama, baik tol maupun arteri,” ujar Titis, Sabtu (28/3/2026).

Selain jalur darat, urusan penyeberangan juga nggak kalah krusial. Lintasan seperti Ketapang dan Bakauheni diprediksi bakal diserbu volume kendaraan yang nggak main-main. Untuk itu, Kemenhub sudah menyiapkan “jurus” buffer zone dan delaying system.

Buat kamu yang bawa mobil pribadi atau bus lewat Ketapang, kantong parkir sudah disiapkan di Grand Watudodol dan Bulusan. Sementara buat truk logistik, silakan merapat ke buffer zone Sri Tanjung.

“Dalam kondisi normal ada 28 kapal yang jalan. Tapi kalau sudah sangat padat, kita terjunkan sampai 32 kapal untuk angkut pemudik,” tegas Titis.

Nggak cuma soal macet di jalan, Kemenhub juga menyoroti bahaya di langit. Tradisi festival balon udara saat Lebaran Ketupat ternyata bisa jadi ancaman maut buat penerbangan kalau diterbangkan secara liar.

“Balon udara liar bisa masuk ke ruang udara dan membahayakan keselamatan pesawat. Risikonya nyata!” kata Titis.

Ia mengingatkan bahwa balon udara hanya boleh diterbangkan jika ditambatkan (diikat) dan sudah berkoordinasi dengan otoritas terkait. Kalau nekat terbang liar? Siap-siap kena sanksi tegas!

Kemenhub kembali memohon kepada masyarakat untuk pintar-pintar mengatur jadwal keberangkatan. Kalau bisa, hindari jam-jam puncak biar nggak numpuk di jalan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan perjalanan secara bersamaan pada waktu puncak. Jaga kondisi fisik dan pastikan kendaraan sehat,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *