banner 728x250

Catat Tanggalnya! Ini Prediksi Puncak Arus Mudik dan Balik Lebaran Versi Jasa Marga

Ilustrasi kemacetan di Jakarta (Foto: Net)

ABNnews – PT Jasa Marga Tbk (JSMR) mulai memetakan pergerakan kendaraan yang akan meninggalkan Jakarta pada periode Mudik Lebaran 2026. Sebanyak 3,5 juta kendaraan diprediksi bakal keluar dari Ibu Kota melalui jalan tol, dengan puncak arus mudik jatuh pada 18 Maret 2026.

Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A Purwantono, mengungkapkan data tersebut dalam jumpa pers yang digelar di JTMC Jasa Marga, Bekasi.

“Perkiraan 3,5 juta kendaraan tersebut menunjukkan bahwa puncak arus mudik akan terjadi pada tanggal 18 Maret,” ujar Rivan, Selasa (10/3/2026).

Jalur Timur Jadi Primadona

Rivan merinci bahwa dari jutaan kendaraan tersebut, pergerakan akan terbagi ke tiga arah utama. Jalur Timur (Trans Jawa dan Bandung) masih menjadi destinasi favorit bagi para pemudik:
* Arah Timur (Trans Jawa & Cikampek Utama): 50% kendaraan.

* Arah Barat (Merak/Sumatera): 28% kendaraan.

* Arah Selatan (Bogor/Ciawi): 20% kendaraan.


Khusus untuk volume kendaraan ke arah Timur, angkanya kembali terpecah menjadi 57% menuju Trans Jawa dan 42% menuju Cileunyi atau Cipularang.

Waspada Titik Macet KM 66

Jasa Marga memberikan peringatan khusus bagi pengendara yang melintas di Tol Jakarta-Cikampek. Titik KM 66 diprediksi menjadi pusat kepadatan karena merupakan lokasi pertemuan volume kendaraan yang sangat besar.

“Titik kepadatan biasanya terjadi di KM 66 karena pertemuan volume kendaraan yang sangat besar tersebut,” jelas Rivan.

Mudik Lebih Awal Mulai Jumat Ini

Meski puncak arus diprediksi pada 18 Maret, pergerakan kendaraan diperkirakan sudah mulai terlihat sejak Jumat (13/3) pekan ini. Libur panjang tahun ini menjadi celah bagi masyarakat untuk pulang kampung lebih awal.

“Kami memperkirakan pergerakan sudah mulai muncul sejak hari Jumat ini, karena adanya periode libur yang cukup panjang. Ini adalah waktu yang tepat untuk melakukan perjalanan,” tuturnya.

Prediksi Arus Balik

Untuk arus balik menuju Jakarta, Jasa Marga memprediksi puncaknya akan terjadi pada 24 Maret 2026 (H+3). Rivan menyebut sebagian pemudik kemungkinan besar akan langsung kembali untuk mengejar waktu masuk kerja, sementara sebagian lainnya memilih tinggal lebih lama.

“Sebagian pemudik mungkin membagi waktu silaturahminya untuk segera kembali ke Jakarta, sementara sebagian lainnya mungkin tinggal hingga akhir periode libur,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *