ABNnews – Bagi sebagian orang, sahur belum lengkap kalau tidak ditutup dengan segelas kopi. Kopi dianggap sebagai “senjata” andalan agar mata tetap melek dan siap menjalani hari yang panjang meski sedang berpuasa.
Namun, kamu perlu waspada. Kebiasaan ngopi saat sahur ternyata bisa memicu masalah kesehatan, salah satunya bikin kamu bolak-balik ke toilet untuk buang air kecil. Mengapa demikian?
Dokter spesialis urologi, Prof dr Ponco Birowo, SpU, Subsp.And(K), PhD, menjelaskan bahwa kopi memiliki sifat diuretik ringan karena kandungan kafein di dalamnya. Sifat ini memicu ginjal mengeluarkan lebih banyak natrium dan air melalui urine.
“Diuretik itu menyebabkan kita memproduksi kencing dalam jumlah banyak. Artinya kita mengeluarkan cairan dari tubuh kita,” ujar Prof Ponco dikutip detik.com, Kamis (19/2/2026).
Risiko Dehidrasi Saat Puasa
Kekhawatiran utama dari efek diuretik ini adalah risiko dehidrasi. Jika cairan tubuh sudah “dibuang” sejak pagi hari melalui urine dalam jumlah banyak, tubuh akan kekurangan cadangan air untuk bertahan hingga waktu berbuka. Bukannya jadi segar, tubuh justru bisa terasa lemas atau loyo di siang hari.
“Kita kan harus berpuasa nanti sampai magrib, kalau cairannya pagi-pagi udah keluar semua mungkin kita relatif terjadi dehidrasi,” sambungnya.
Waspada Buat Pasien Batu Ginjal
Prof Ponco secara khusus mewanti-wanti pasien yang punya riwayat batu saluran kemih atau infeksi saluran kemih (ISK) berulang. Kelompok ini sangat tidak disarankan mengonsumsi kopi saat sahur demi menghindari efek diuretik yang bisa memperparah kondisi.
“Kalau ada orang yang riwayat batu (ginjal) itu bisa jadi kambuh batunya atau kalau dia infeksi, bisa terjadi infeksi lagi,” tegasnya.
Kapan Waktu Terbaik Ngopi?
Lantas, kapan waktu yang aman bagi pecinta kafein untuk menyeruput kopi kesayangan? Prof Ponco lebih merekomendasikan kopi dikonsumsi saat waktu berbuka puasa.
“Kalau buka puasa nggak ada masalah dari segi itunya (mudah kencing). Karena kalau dia kencing ya minum lagi,” jelasnya.
Terakhir, ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak memiliki kebiasaan menahan buang air kecil karena bisa berujung pada masalah yang lebih serius seperti retensi urine.
“Jangan nahan kencing, jadi infeksi nanti atau nanti malah jadi nggak bisa kencing retensi urine,” tutupnya.













