ABNnews – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyambangi Balai Kota Jakarta untuk bertemu Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Rabu (18/2/2026). Pertemuan ini membahas strategi “tempur” menghadapi ledakan arus mudik Lebaran 2026.
Menhub Dudy menegaskan, Jakarta adalah kunci. Pasalnya, pergerakan masyarakat dari Ibu Kota merupakan salah satu yang tertinggi secara nasional.
“Provinsi DKI Jakarta menjadi salah satu provinsi dengan pergerakan masyarakat tertinggi. Sebagian besar perjalanan mudik nasional berasal dari Jawa Barat dan DKI Jakarta,” ujar Menhub Dudy.
Ramalan Arus Mudik: 3,6 Juta Kendaraan Keluar Jakarta
Data Survei Potensi Pergerakan Angkutan Lebaran 2026 menunjukkan angka yang fantastis. Diprediksi ada 3,67 juta kendaraan yang akan meninggalkan Jakarta melalui gerbang tol utama (GT Cikampek Utama, Kalihurip Utama, dan Cikupa) selama periode H-10 hingga H+11.
Catat tanggal pentingnya! Berikut prediksi puncak arus mudik dan balik:
* Puncak Arus Mudik: Rabu, 18 Maret 2026 (H-3). Estimasi 259.000 kendaraan keluar Jakarta dalam sehari.
* Puncak Arus Balik: Senin, 24 Maret 2026 (H+3). Estimasi 285.000 kendaraan masuk kembali ke Jakarta.
Titipan Menhub ke Pramono Anung
Mengingat beban mudik di Jakarta yang begitu besar, Menhub menitipkan sejumlah “pekerjaan rumah” kepada Pramono Anung. Mulai dari urusan terminal hingga fasilitas pemudik di lapangan.
Berikut poin-poin permintaan Menhub ke Pemprov DKI:
* Posko Monitoring: Memastikan ramp check armada di terminal Tipe A dan cek kesehatan sopir bus.
* Mudik Gratis: Konsolidasi penyiapan program mudik gratis agar berjalan lancar.
* Angkutan Feeder: Menambah akses angkutan pengumpan (feeder) menuju stasiun, terminal, pelabuhan, dan bandara.
* Fasilitas Umum: Penambahan toilet portable, gerai makanan, hingga bengkel di simpul transportasi terpadat.
“Kami berharap Pemprov DKI dapat menyediakan kemudahan akses bagi pemudik, terutama menuju ke simpul-simpul mudik gratis,” tambah Dudy.
Rekayasa Lalin dan Pengawasan CCTV
Menhub juga mendorong pengawasan ketat melalui CCTV di titik rawan macet. Petugas keamanan diminta berjaga di lokasi keramaian dan memastikan jalur alternatif siap digunakan jika terjadi kepadatan luar biasa.
“Penyediaan informasi mudik dan sosialisasi keselamatan berkendara bagi pengguna kendaraan pribadi juga penting dilakukan,” pungkasnya.













