banner 728x250

Waspada! Sesar Aktif Baru Ditemukan Hanya 20 Km dari Jakarta

Ilustrasi Sesar Aktif | Foto: Getty Images/iStockphoto/SteveCollender

ABNnews – Daftar ancaman gempa di wilayah metropolitan Jakarta bertambah. Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama Badan Informasi Geospasial (BIG) baru saja mengungkap temuan struktur patahan aktif baru yang dinamai Sesar Cisadane.

Lokasinya tergolong sangat dekat dengan pusat peradaban Indonesia, yakni hanya berjarak sekitar 20 kilometer atau kurang lebih satu jam perjalanan dari pusat Jakarta. Keberadaan Sesar Cisadane ini menambah daftar “kepungan” sesar aktif di Jakarta setelah sebelumnya dikenal ada Sesar Baribis dan Sesar Citarik.

“Karena posisinya mengikuti aliran Sungai Cisadane, maka patahan ini kemudian diberi nama Sesar Cisadane,” ucap narator dalam video resmi Badan Geologi yang dikutip, Kamis (12/2/2026).

Terlacak dari Udara hingga Bawah Tanah

Tim peneliti yang dipimpin oleh Penyelidik Bumi Ahli Madya Badan Geologi, Sukahar Eka, melakukan penelusuran mendalam menggunakan teknologi mutakhir untuk memetakan jalur sesar ini.

Beberapa metode yang digunakan antara lain:
* Sensor LiDAR: Menggunakan drone VTOL Skycruiser untuk menembus lebatnya vegetasi hutan guna mendeteksi pola kelurusan lembah.

* Survei Seismik: Memetakan penampang struktur geologi bawah permukaan untuk melihat pergeseran batuan.

* Analisis Data Gaya Berat: Membaca struktur batuan di bawah tanah.


Hasilnya, teridentifikasi adanya sesar mendatar dengan arah barat laut–tenggara yang memanjang dari Bogor hingga ke pesisir Tangerang.

Bukti Tektonik: Gunung yang Terpisah

Salah satu bukti kuat aktivitas Sesar Cisadane adalah pemisahan bentang alam antara Gunung Nyungcung dan Gunung Panjang di Bogor. Para ahli meyakini kedua gunung ini dulunya menyatu, namun terpisah akibat pergerakan tektonik dahsyat di masa lalu.

“Artinya di masa lalu kedua gunung ini saling terhubung hingga suatu masa keduanya terpisahkan oleh Sungai Cisadane.

Terpisahnya kedua gunung ini menunjukkan adanya faktor tektonik, yaitu Sesar Cisadane,” jelas penjelasan resmi tersebut.

Temuan Fosil dan Mata Air Panas

Penelitian juga merambah ke wilayah Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor. Di Gunung Panjang, tim menemukan batuan travertin dan fosil moluska yang membuktikan wilayah tersebut dulunya adalah laut dangkal yang terangkat ke daratan jutaan tahun lalu akibat pola sesar Baribis atau West Java Back Arch Thrust.

Selain fosil, munculnya mata air panas pada celah rekahan di Gunung Panjang memperkuat indikasi adanya aktivitas struktur geologi yang masih berlangsung. Rekahan ini bahkan diperkirakan memanjang hingga wilayah Tangerang Selatan (Tangsel).

Hingga saat ini, berdasarkan hasil analisis seismik dan pemetaan lapangan, Badan Geologi menyimpulkan bahwa Sesar Cisadane masih berpotensi aktif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *