ABNnews – Buya Hamka pernah mengatakan : “Kalau hidup hanya sekedar hidup, kera di rimba juga hidup. Kalau kerja hanya sekedar kerja, kerbau di sawah juga bekerja.”
Imam Al Ghazali mengatakan pentingnya pemahaman hidup. Jika kita salah memaknai hidup maka tak tahu kemana tujuan hidup yang sebenarnya. Hidup dunia justru menjadi penentu bagaimana hidup kita di akhirat.
Allah berfirman, “Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka berpegang kepada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia,…”. (QS. Ali Imran : 112).
Orang-orang beriman meyakini untuk menemukan makna hidup yang dijamin kebenarannya tiada lain adalah Al Quran karena Allah lah yang mewahyukan Al Qur’an dan Allah lah yang paling mengetahui tentang hidup manusia, Al Qur’an merupakan sumber kebenaran yang mutlak.
Bukan hanya untuk sekedar hidup bisa bergaul dengan orang lain, bisa bekerja, bisa makan, minum , namun untuk beribadah tapi bisa bermanfaat bagi dirinya sendiri dan orang lain.
Manusia harus menggunakan akal dan nurani untuk memberi kontribusi, tidak sekadar bernapas atau bekerja, melainkan menciptakan nilai.
Hidup manusia seharusnya memiliki visi, tujuan, dan bermanfaat bagi orang lain, bukan sekadar bertahan fisik seperti hewan di hutan.
Kemampuan untuk memberi manfaat, bersyukur, dan bertindak etis adalah apa yang membedakan manusia dari makhluk lainnya. Tentu saja, setiap aktivitas sebaiknya bernilai ibadah dan meninggalkan warisan kebaikan. Wallohu a’lambishshawab/H Ali Akbar Soleman Batubara













