banner 728x250

‘Mak, Tunggu Saya Bawa Beras’, Janji Terakhir Bocah Penjual Tisu di Kendari Sebelum Tewas Dilindas Alat Berat

Foto: Tangkapan layar seorang ibu menangis histeris sambil memeluk jasad anaknya yang ditabrak alat berat di Kendari. (Dok. Istimewa)

ABNnews – Kisah pilu datang dari Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Seorang bocah perempuan bernama Najwa (8) tewas mengenaskan usai terlindas alat berat jenis loader saat sedang berjualan tisu di jalanan. Di balik tragedi ini, terungkap fakta menyedihkan: Najwa rela berjualan malam-malam demi mencari sesuap nasi untuk keluarganya.

Peristiwa yang terjadi pada Jumat pekan lalu ini viral setelah video sang ibu, Nurhana, menangis histeris memeluk jasad Najwa beredar luas. Sambil berteriak, ia menyesali keputusannya membiarkan sang anak pergi mencari uang karena kondisi dapur yang sudah kosong.

“Saya suruh pergi (jual tisu) karena dia tidak mau makan kalau tidak ada nasi. Anakku Najwa, kau tinggalkanmi mama,” teriak Nurhana pilu dalam video tersebut.

Pamit Cari Beras dan Uang Banyak

Sebelum tragedi itu terjadi, Najwa sempat menunjukkan gelagat tak biasa. Nurhana bercerita bahwa anaknya sempat menatapnya lama di sudut rumah. Karena lapar dan tidak ada beras, Najwa bersikeras keluar rumah meski hujan turun.

“Dia bilang, ‘Mak, tunggu mi, saya bawa pulangkan kita beras sama uang yang banyak’. Pas keluar, dia salim lama sekali. Dia minta saya cium dia lama-lama,” kenang Nurhana dengan mata berkaca-kaca, Sabtu (7/2/2026).

Bahkan, Najwa sempat menanyakan kecantikannya kepada sang ibu sebelum benar-benar pergi. “Dia bilang, ‘Mak, saya cantikji kah?’. Saya jawab, ‘Cantik sekali kau nak’,” tuturnya.

Polisi Amankan Operator Alat Berat

Kasatlantas Polresta Kendari, AKP Kevin Fahri Ramadhan, mengonfirmasi bahwa alat berat beserta operatornya yang berinisial ZA (36) telah diamankan. Kasus ini pun sudah naik ke tahap penyidikan.

Kevin menjelaskan, berdasarkan pemeriksaan, ZA mengaku tidak sadar jika alat berat yang dikemudikannya telah melindas korban. Polisi pun meluruskan bahwa peristiwa ini bukan tabrak lari.

“Untuk operator berdasarkan keterangannya tidak kabur, melainkan tidak sadar kalau alat beratnya melindas korban,” kata Kevin.

Ditemukan Bersimbah Darah Usai Magrib

Kabar duka itu datang tepat setelah salat magrib. Salah satu adik Najwa berlari pulang memberikan kabar buruk. Nurhana yang panik langsung menuju lokasi, namun takdir berkata lain.

“Saya angkat dari aspal, sudah tidak bergerak. Sudah tidak bisa ditolong,” pungkas Nurhana.

Kini, jasad bocah yang dikenal berbakti itu telah dimakamkan, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan warga Kendari yang terenyuh akan perjuangannya demi sebungkus beras.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *