banner 728x250

Gak Sabar! Jakarta Kota-Mangga Besar Bakal Terhubung MRT, Penampakannya Mulai Terlihat!

Foto dok Hutama Karya

ABnnews – Kawasan Glodok dan Kota Tua Jakarta dikenal sebagai titik macet dan padat aktivitas ekonomi. Namun, pemandangan itu bakal segera berubah seiring dengan dikebutnya pembangunan Stasiun Bawah Tanah Glodok–Kota dalam proyek MRT Jakarta Fase 2A.

Proyek sepanjang 1,33 km ini diproyeksikan bakal menjadi “penyelamat” mobilitas warga. Nantinya, rute yang menghubungkan Stasiun MRT Mangga Besar hingga Stasiun MRT Jakarta Kota ini akan memberikan pilihan transportasi yang lebih tertib dan efisien.

Pembangunan di area jantung kota yang super padat ini dirancang bukan sekadar membangun stasiun, melainkan untuk memperkuat integrasi antarmoda. Artinya, perpindahan dari satu transportasi ke transportasi lain bakal makin mulus dan nyaman buat pejalan kaki.

Gandeng Kontraktor Jepang, Proyek Terus Dikebut

Di balik layar pengerjaan ini, ada kolaborasi raksasa antara PT Hutama Karya (Persero) dengan kontraktor asal Jepang, Sumitomo Mitsui Construction Company (SMCC). Lewat skema joint operation (SMCC–HK JO), mereka memastikan pembangunan di kawasan padat ini berjalan rapi.

Bagi warga Jakarta, kehadiran MRT di Glodok–Kota bukan cuma soal bangunan baru. Ini soal efisiensi waktu tempuh yang lebih terprediksi, berkurangnya kepadatan lalu lintas, hingga akses yang lebih mudah menuju destinasi wisata kuliner dan sejarah di kawasan Kota Tua tanpa harus terjebak macet.

Progres Tembus 82%, Target Rampung 2027

Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, mengungkapkan kabar gembira terkait kemajuan pengerjaan proyek bawah tanah ini.

“Hingga Rabu (28/1), kami mencatatkan progres 82%. Sejumlah pekerjaan yang tengah dilakukan meliputi struktur entrance, pekerjaan arsitek, dan MEP (mechanical, electrical, plumbing) stasiun,” ujar Mardiansyah kepada wartawan, Sabtu (7/2/2026).

Hutama Karya mematok target ambisius agar pekerjaan ini bisa rampung sepenuhnya pada Semester I tahun 2027.

Tetap Jaga Roda Ekonomi Warga

Mengingat proyek ini “membelah” kawasan perdagangan aktif, Hutama Karya memastikan pengendalian dampak menjadi prioritas utama. Proyek dipastikan tidak memutus akses warga dan tidak mengganggu kegiatan ekonomi secara berlebihan.

Kenyamanan publik selama masa konstruksi tetap menjadi rujukan utama. Jadi, meskipun sedang ada pembangunan besar, warga dan pedagang di sekitar Glodok tetap bisa beraktivitas dengan aman.

Kehadiran MRT Jakarta Fase 2A ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup warga melalui mobilitas yang andal, biaya perjalanan yang lebih hemat, serta memperluas akses ke layanan publik di pusat kota.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *