ABNnews – Siapa sangka, benda sepele seperti limbah sumpit bisa berubah jadi barang mewah yang melanglang buana hingga ke Jerman. Adalah Ma.ja Watch Indonesia, brand jam tangan kayu asal Cinere, Depok, yang sukses mencuri perhatian pasar dunia lewat sentuhan kriya tradisional dan nilai keberlanjutan.
Di balik suksesnya Ma.ja Watch, ada sosok Justisia Dewi. Berawal dari kecintaannya pada jam tangan dan kepedulian terhadap lingkungan, Justisia menyulap kayu dan material ramah lingkungan menjadi jam tangan estetik sejak tahun 2021.
“Jam tangan bagi saya bukan sekadar penunjuk waktu, tetapi bagian dari identitas pemakainya. Karena itu, Ma.ja Watch dirancang dengan cerita, nilai, dan sentuhan budaya Indonesia,” ungkap Justisia Dewi, Sabtu (7/2/2026).
Bawa Unsur Wayang hingga Alam ke Pasar Global
Ma.ja Watch bukan sekadar jam tangan kayu biasa. Setiap koleksinya memiliki “jiwa” budaya Indonesia. Tengok saja seri Srikandi yang terinspirasi dari pewayangan, hingga koleksi bertema alam seperti Bajo dan Arjuna Srikandi.
Ketelitian pengrajin lokal dari Tangerang Selatan dan Yogyakarta menjadi kunci kekuatan produk ini. Kini, Ma.ja Watch sudah mejeng di gerai ritel mentereng seperti Alun-Alun Grand Indonesia hingga Metro Margocity Depok.
Hebatnya lagi, produk asal Depok ini sudah “kenyang” pengalaman di pameran internasional. Mulai dari Berlin Design Week, Handarty Korea, Style Bangkok, hingga Global Sourcing Expo Australia sudah pernah dijajaki.
Sempat Sulit ‘Edukasi’ Pasar
Tentu perjalanannya tidak selalu mulus. Di awal berdiri, Justisia harus berjuang ekstra untuk mengedukasi masyarakat Indonesia yang saat itu masih asing dengan konsep jam tangan kayu.
“Tantangan terbesar adalah edukasi pasar dan menjaga konsistensi kualitas kriya,” tuturnya.
Strategi kolaborasi dengan pengrajin lokal dan penguatan storytelling digital akhirnya membuahkan hasil. Titik balik Ma.ja Watch terjadi saat brand ini mulai dipercaya institusi besar dan resmi bermitra dengan Wonderful Indonesia.
Rahasia ‘Naik Kelas’ Bareng Rumah BUMN BRI
Lompatan besar Ma.ja Watch juga tak lepas dari peran Rumah BUMN BRI. Bergabung sejak 2023, Justisia mengaku mendapatkan banyak bekal lewat pelatihan dan pendampingan bisnis yang profesional.
Corporate Secretary BRI, Dhanny, menegaskan komitmennya untuk terus memoles UMKM lokal agar siap tempur di kancah global.
“Kisah Ma.ja Watch menjadi contoh bagaimana UMKM lokal dengan identitas kuat dapat berkembang dan menembus pasar internasional. BRI melalui Rumah BUMN terus mendorong mereka naik kelas,” tegas Dhanny.
Kini, Ma.ja Watch menatap masa depan dengan target ekspansi pasar yang lebih luas. Dengan dukungan ekosistem Rumah BUMN BRI, jam tangan dari limbah ini siap terus membawa harum nama Indonesia di kancah kriya berkelanjutan dunia.













