banner 728x250

Bukan Gas-Rem Lagi! Airlangga Hartarto Punya ‘3 Mesin’ Baru Buat Bikin Ekonomi RI Ngebut

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (Foto dok Kemenko Perekonomian)

ABNnews – Menko Perekonomian Airlangga Hartarto punya cara unik menjelaskan strategi ekonomi Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Di depan para mahasiswa Teknik Mesin UGM, Airlangga mengibaratkan pengelolaan ekonomi bak mengoperasikan sebuah mesin besar.

Airlangga menyebut, jika dulu saat pandemi COVID-19 pemerintah menggunakan strategi ‘Gas dan Rem’, kini zamannya beralih ke strategi akselerasi melalui tiga mesin pertumbuhan.

”Saya akan bicara sedikit bagaimana mengatur ekonomi dengan cara mesin. Waktu penanganan COVID, kebijakan yang didorong adalah gas dan rem. Sekarang kita bicara tiga mesin pertumbuhan ekonomi, dan pendekatan itu tetap sama, bagaimana mengatur akselerasi tanpa mengorbankan stabilitas,” ujar Airlangga saat berdialog di Yogyakarta, Jumat (6/2/2026).

Target Ekonomi ‘Ngebut’ Era Prabowo

Airlangga mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto menargetkan angka pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dalam beberapa tahun ke depan. Untuk mencapainya, sektor industri manufaktur, energi, teknologi masa depan, hingga konstruksi bakal digenjot habis-habisan sebagai tulang punggung ekonomi nasional.

Modalnya pun sudah kuat. Sepanjang akhir 2025, rapor ekonomi RI menunjukkan tren solid:
* Pertumbuhan Ekonomi: Kuartal IV-2025 menjadi yang tertinggi dalam 7 tahun terakhir (rata-rata 5%).

* Inflasi: Terjaga di level 3,55% (yoy).

* Cadangan Devisa: Kokoh di angka USD 156 miliar.


Bongkar ‘Three Engines of Growth’

Apa saja tiga mesin yang dimaksud Airlangga? Berikut rinciannya:
1. Mesin Pertama: Manufaktur & Padat Karya Fokus utama ada pada penguatan industri tekstil, alas kaki, furnitur, hingga otomotif. Tak ketinggalan, pengembangan ekosistem kendaraan listrik (EV) juga jadi prioritas. Sektor ini dianggap krusial karena mampu menyerap jutaan tenaga kerja.

2. Mesin Kedua: Teknologi & Inovasi Indonesia tak mau lagi cuma bergantung pada Sumber Daya Alam (SDA). Pemerintah kini melirik digitalisasi, kecerdasan buatan (AI), bioteknologi, hingga semikonduktor. Airlangga menekankan pentingnya investasi di bidang riset (R&D) melalui konsep S-Curve.

“S-Curve itu pelajaran innovation di teknik industri. Jadi S-Curve itu di manapun harus ada R&D investment. Saya mendorong ekonomi Indonesia base-nya juga S-Curve, selalu ada research,” tegasnya.

3. Mesin Ketiga: Kualitas SDM & Ekonomi Baru Mesin terakhir adalah peningkatan produktivitas manusia. Pemerintah fokus mencetak ratusan ribu tenaga kerja terampil dan mendorong ekosistem baru seperti gig economy serta ekonomi kreatif untuk anak muda.

Benteng Ketahanan Pangan

Meski fokus pada “mesin” industri, Airlangga menegaskan pemerintah tetap menjaga stabilitas dari meja makan. Ketahanan pangan diperkuat melalui pengembangan kawasan pangan strategis agar Indonesia aman dari ancaman krisis global dan gangguan rantai pasok dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *