ABNnews – Upaya pencarian prajurit TNI Angkatan Laut yang menjadi korban bencana longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, terus membuahkan hasil. Hingga saat ini, tim gabungan telah berhasil menemukan dan mengevakuasi 14 jenazah prajurit.
Meski begitu, misi kemanusiaan ini belum usai. Petugas masih berjibaku mencari sembilan prajurit lainnya yang dilaporkan masih hilang tertimbun material longsor.
“Hingga tanggal 4 Februari 2026, Korps Marinir TNI Angkatan Laut secara bertahap telah melaksanakan pelepasan terhadap 14 jenazah prajurit. Sementara itu, sebanyak 9 prajurit lainnya masih dalam tahap pencarian oleh tim SAR gabungan TNI/Polri,” ujar Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama Tunggul dalam keterangan tertulis, Kamis (5/2/2026).
Penghormatan Militer Terakhir
Tunggul menjelaskan, prosesi pelepasan jenazah dilakukan dengan upacara militer sebagai bentuk penghormatan terakhir atas pengabdian para prajurit. Pada Rabu (4/2), Aspers Pangkormar Brigjen TNI (Mar) Ludi Prastyono melepas jenazah salah satu korban, yakni Praka Marinir (Anm) Andiko Affiari Rahmat.
Almarhum merupakan prajurit Yonif 9 Marinir yang berasal dari Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat.
“Korps Marinir TNI Angkatan Laut menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan, serta mendoakan agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa,” tutur Tunggul.
Daftar Prajurit yang Telah Dievakuasi
Sebelumnya pada Selasa (3/2), Korps Marinir juga telah melepas tiga jenazah prajurit lainnya secara militer. Berdasarkan data yang dikonfirmasi, ketiga prajurit tersebut adalah:
* Alm. Praka Mar (Anm) Dicky Yogha Priambada
* Alm. Kopda Mar (Anm) Anton Karisma
* Alm. Pratu Mar (Anm) Burton C. Silitonga
Pencarian Terus Dimaksimalkan
Tunggul menegaskan bahwa tim SAR gabungan TNI/Polri tidak akan mengendurkan semangat. Segala upaya maksimal terus dikerahkan di lokasi bencana untuk segera menemukan sembilan prajurit yang masih hilang.
Kondisi geografis dan material longsor di wilayah Cisarua menjadi tantangan utama di lapangan. Namun, TNI AL berkomitmen untuk menuntaskan proses evakuasi dan memberikan penghormatan terbaik bagi para prajurit yang gugur dalam tugas tersebut.













