banner 728x250

Bocah SD di NTT Akhiri Hidup di Pohon Cengkih, Tinggalkan Surat: ‘Mama Pelit Sekali’

Foto: Surat yang ditinggalkan siswa SD yang bunuh diri di Ngada, NTT. (Istimewa)

ABNnews – Kabar duka yang menyayat hati datang dari Kecamatan Jerebuu, Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT). Seorang siswa kelas IV SD berinisial YBR (10) ditemukan tewas gantung diri di sebuah pohon cengkih. Di balik aksi nekatnya, terselip sebuah surat tulisan tangan berisi ungkapan kekecewaan mendalam kepada sang ibu.

Polisi menemukan surat tersebut saat melakukan evakuasi terhadap jenazah korban. Ditulis dalam bahasa daerah Bajawa, YBR mengungkapkan rasa sakit hatinya karena merasa tidak diperhatikan.

“Surat itu betul, petugas turun ke TKP temukan surat itu, anak itu yang tulis,” ujar Kasi Humas Polres Ngada, Ipda Benediktus R Pissort, Selasa (3/2/2026).

Isi Surat yang Mengiris Hati

Dalam surat berjudul “Kertas Tii Mama Reti” (Surat untuk Mama Reti), bocah malang itu menyebut ibunya pelit. Namun, ia juga menyelipkan pesan agar sang ibu tidak menangisinya.

“Mama Galo Zee (Mama pelit sekali). Mama molo Ja’o Galo mata Mae Rita ee Mama (Mama baik sudah. Kalau saya meninggal mama jangan menangis). Molo Mama (Selamat tinggal mama),” demikian petikan isi surat YBR.

Pemicu: Kecewa Tak Dibelikan Buku dan Pulpen

Tragedi ini diduga kuat dipicu oleh masalah ekonomi. Kepala Desa Naruwolo, Dion Roa, menceritakan bahwa malam sebelum kejadian, YBR sempat meminta uang kepada ibunya untuk membeli buku tulis dan pulpen guna keperluan sekolah.

Sayangnya, sang ibu yang harus menghidupi lima orang anak seorang diri tak mampu mengabulkan permintaan itu. Diketahui, ayah korban sudah berpisah sejak 10 tahun lalu dan kondisi ekonomi keluarga tersebut memang sangat sulit.

“Menurut pengakuan ibunya, permintaan itu korban minta sebelum meninggal. Hidupnya memang susah,” ungkap Dion.

Gus Ipul Berduka, Soroti Data Keluarga Miskin

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyatakan keprihatinan mendalam atas peristiwa ini. Menurutnya, kasus ini harus menjadi pengingat pentingnya akurasi data kemiskinan agar bantuan dan pendampingan bisa menjangkau keluarga yang paling membutuhkan.

“Tentu kita prihatin, turut berduka. Ini menjadi atensi kita bersama. Kita harus memperkuat data kita, jangan sampai ada yang tidak terdata sehingga kita bisa menjangkau keluarga yang memerlukan pemberdayaan,” tegas Gus Ipul di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (3/2).

Sementara itu, Mendikdasmen Abdul Mu’ti mengaku baru mendengar kabar tersebut dan berjanji akan menyelidiki lebih lanjut penyebab di balik aksi nekat siswa SD tersebut.

Ditemukan di Kebun Nenek

YBR ditemukan pertama kali oleh warga yang hendak mengikat ternak di kebun milik neneknya pada Kamis (29/1). Korban nekat mengakhiri hidup di pohon cengkih setinggi 15 meter yang hanya berjarak 3 meter dari pondok tempatnya tinggal sehari-hari.

Saat kejadian, sang nenek sedang tidak berada di tempat karena menginap di rumah tetangga untuk membantu memecah kemiri. Pihak keluarga dan warga sekitar tak menyangka permintaan sederhana soal alat tulis akan berujung pada kepergian YBR untuk selamanya.

Catatan Redaksi: Informasi ini tidak ditujukan untuk menginspirasi tindakan serupa. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal menunjukkan gejala depresi atau memiliki pemikiran untuk mengakhiri hidup, segera hubungi layanan kesehatan mental atau tenaga profesional di rumah sakit terdekat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *