banner 728x250

Bocor! Isi Pertemuan Prabowo & Tokoh ‘Oposisi’: Kapolri Listyo Sigit Harus Diganti?

Presiden Prabowo Subianto (Foto: Setpres)

ABnnews – Pertemuan tertutup Presiden Prabowo Subianto dengan sejumlah tokoh yang kerap kritis terhadap pemerintah di Kertanegara, Jumat (30/1) malam, menyisakan cerita panas.

Mantan Ketua KPK Abraham Samad menyebut ada kesepakatan kuat di antara para tokoh tersebut soal perlunya pergantian Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Abraham Samad membeberkan bahwa pertemuan tersebut dihadiri oleh eks Kabareskrim Susno Duadji, Said Didu, peneliti senior BRIN Siti Zuhro, dan dirinya sendiri. Salah satu topik utama yang dibahas adalah urgensi reformasi di tubuh Korps Bhayangkara.

“Pak Susno banyak menyoroti tentang reformasi kepolisian. Jadi dalam diskusi itu, akhirnya terlihat bahwa semua tokoh-tokoh yang diundang itu setuju untuk dilakukan reformasi kepolisian di tubuh Polri,” ujar Abraham dikutip kompas.com, Selasa (3/2/2026).

Syarat Reformasi: Ganti Pucuk Pimpinan

Menurut Abraham, reformasi Polri tidak akan dianggap serius jika tidak ada perubahan di level pimpinan tertinggi. Usulan mengganti Kapolri pun mencuat sebagai catatan penting dalam diskusi tersebut.

“Dengan catatan, reformasi kepolisian baru bisa dinyatakan ada dan berhasil kalau mengganti pucuk pimpinan Kapolri. Kira-kira dalam diskusi itu,” sambungnya.

Sorotan Politik Siti Zuhro

Tak hanya soal Polri, kondisi demokrasi Indonesia juga dibedah dalam pertemuan itu. Abraham menyebut Siti Zuhro banyak memberikan gagasan mengenai sistem pemilu dan partai politik.

“Pemilu, sebaiknya bagaimana modelnya, apakah tetap rakyat memilih (atau lewat DPRD). Siti Zuhro banyak menyoroti tentang demokratisasi serta politik Indonesia,” jelas Abraham.

Istana: Itu Tokoh Masyarakat, Bukan Oposisi

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin sempat melabeli para tokoh tersebut sebagai kelompok “oposisi”. Namun, hal ini langsung diklarifikasi oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi.

Prasetyo menegaskan bahwa Prabowo adalah sosok yang terbuka terhadap dialog dan masukan dari siapa pun, termasuk tokoh yang memiliki pandangan berbeda.

“Tidak, tidak ada yang oposisi. Itu kan tokoh-tokoh masyarakat juga yang Bapak Presiden terbuka untuk berdialog, menerima masukan,” tegas Prasetyo di Bogor, Sabtu (31/1).

Pertemuan di kediaman Kertanegara itu pun disebut sebagai bagian dari upaya Presiden Prabowo menyerap aspirasi langsung dari berbagai kalangan demi menjaga stabilitas dan kemajuan bangsa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *