banner 728x250

Cita-cita Jadi Polwan Kandas, Gadis Jambi Depresi Berat Usai Diperkosa Oknum Polisi

ABNnews – Mimpi CA, seorang remaja perempuan di Jambi untuk menjadi Polwan hancur lebur. Alih-alih mengabdi pada negara, CA justru menjadi korban pemerkosaan keji yang diduga melibatkan dua oknum polisi dan dua warga sipil.

Kini, CA mengalami depresi berat dan mengurung diri di kamar. Luka psikis yang dialaminya begitu dalam hingga ia tak lagi sudi mendaftar ke institusi kepolisian tahun ini.

“Saya dipegang dan diperkosa, bukannya ditolong, malah pelaku ikut memperkosa,” isak CA saat ditemui di kediamannya, Jumat (30/1/2026).

Kronologi Kejadian: Dijemput Lalu ‘Dioper’

Tragedi ini bermula pada Jumat (14/11/2025). Ibu korban, MS, menceritakan putrinya awalnya hendak pulang dari rumah teman dan dijemput oleh pelaku inisial I menggunakan mobil. Namun, di tengah jalan mobil justru berbelok arah ke wilayah Kebun Kopi.

Di lokasi pertama, CA diperkosa oleh tiga orang, yakni I, K, dan S. Tak berhenti di situ, korban kemudian dimasukkan ke dalam mobil dan dibawa ke sebuah rumah kos di kawasan Arizona.

“Anak saya dioper (dipindahkan) lagi ke kos-kosan, bertemu si N (oknum polisi) dan anak saya disetubuhi lagi,” ungkap MS, Kamis (29/1).

Keterlibatan Oknum Polisi dan Anak Tokoh

MS membeberkan fakta mengejutkan. Dari empat pelaku yang menyetubuhi anaknya, dua di antaranya adalah oknum polisi yang bertugas di Polres Tanjung Jabung Timur dan Ditreskrimum Polda Jambi. Sedangkan dua pelaku sipil lainnya disebut-sebut akan mengikuti tes polisi tahun ini, bahkan salah satunya merupakan anak pendeta terkemuka di Jambi.

Tak hanya itu, MS menyebut ada dugaan keterlibatan oknum polisi lain yang ikut membantu mengangkat korban dari rumah ke dalam mobil di lokasi pertama.

“Ada anggota polisi lain ikut bantu angkat anak saya,” tambahnya.

Trauma Hebat, Sempat Ingin Akhiri Hidup

Akibat kejadian biadab tersebut, CA mengalami trauma hebat dan sempat mencoba mengakhiri hidupnya, namun berhasil dicegah keluarga. Kini, pihak keluarga tengah berjuang menuntut keadilan seadil-adilnya.

Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly, menyatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan DPMPPA untuk memberikan pendampingan psikologis bagi korban. Ia juga meminta Kapolda Jambi dan Kapolri untuk mengawal kasus ini secara transparan.

“Kepada Bapak Kapolda, Kapolri, karena ini melibatkan diduga ada anggota yang terlibat, kami harap kasus ini dikawal dan diselesaikan dengan baik,” tegas Kemas.

Saat ini, empat pelaku dilaporkan telah ditangkap dan berada di Mapolda Jambi untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *