ABNnews – Wajah transportasi publik di Kabupaten Tangerang kini memasuki babak baru. Sejak resmi melayani penumpang pada 28 Januari 2026, Stasiun Jatake langsung mendapatkan respons positif dari masyarakat yang mendambakan akses mobilitas lebih dekat dari hunian mereka.
VP Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengungkapkan bahwa dalam empat hari awal operasionalnya, Stasiun Jatake telah melayani ribuan pelanggan. Kehadiran stasiun ini menjadi angin segar bagi warga di wilayah barat Kabupaten Tangerang.
“Total Stasiun Jatake melayani 2.809 pelanggan gate in dan 2.207 pelanggan gate out dalam empat hari pertama,” ujar Anne dalam keterangannya, Minggu (1/2/2026).
Tren Penumpang Terus Melejit
Antusiasme warga terlihat dari tren jumlah pengguna yang merangkak naik setiap harinya. Pada hari pertama (28/1), tercatat hanya ada 281 pelanggan gate in. Namun, angka ini melesat tajam menjadi 713 pelanggan di hari kedua, 773 pelanggan di hari ketiga, hingga menyentuh angka 1.042 pelanggan pada Sabtu (31/1).
Kenaikan signifikan ini membuktikan bahwa masyarakat sangat cepat beradaptasi dan mulai menjadikan Stasiun Jatake sebagai andalan untuk mobilitas harian menuju pusat Jabodetabek.
Melengkapi Stasiun Cicayur dan Parung Panjang
Meski Stasiun Jatake mulai ramai, stasiun penyangga di sekitarnya tetap mencatatkan volume penumpang yang tinggi. Stasiun Cicayur mencatat 9.848 pengguna gate in, sementara Stasiun Parung Panjang melayani hingga 44.000 pengguna gate in.
Kehadiran Stasiun Jatake pun dinilai efektif menjadi alternatif baru bagi para komuter tanpa mengganggu kepadatan di stasiun eksisting.
“Kami melihat Stasiun Jatake mulai membentuk pola pergerakan baru masyarakat. Ke depan, stasiun ini diharapkan terus tumbuh seiring meningkatnya aktivitas kawasan,” tambah Anne.
Jadi Penghubung Kawasan Hunian dan Ekonomi
Anne menambahkan, pembangunan Stasiun Jatake memang sengaja menyasar kawasan dengan pertumbuhan penduduk tinggi. Berdasarkan data BPS, Kabupaten Tangerang memiliki angka mobilitas komuter yang sangat besar, sehingga membutuhkan jaringan transportasi yang efisien.
Stasiun Jatake kini menjadi jembatan penghubung antara permukiman padat dan pusat kegiatan ekonomi melalui jaringan Commuter Line. Fasilitas ini memudahkan masyarakat mengatur waktu perjalanan dengan lebih terencana.
“Diharapkan Stasiun Jatake menjadi bagian dari sistem transportasi perkotaan yang semakin terhubung dan relevan dengan kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.













