ABNnews – Persiapan mudik Lebaran 2026 mulai memanas! PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) resmi mematangkan strategi demi menjamin kelancaran arus penumpang di lintas tiga pulau: Sumatera, Jawa, dan Bali. Tak tanggung-tanggung, ASDP memproyeksikan lonjakan penumpang hingga jutaan orang.
Berdasarkan data terbaru, pergerakan penumpang pada Angkutan Lebaran 2026 diprediksi mencapai 5,8 juta orang, atau naik 9,4 persen. Sementara jumlah kendaraan diperkirakan menembus 1,4 juta unit, meningkat 9,3 persen dari tahun sebelumnya.
“Persiapan tidak dilakukan secara dadakan. Penguatan layanan dilakukan menyeluruh, mulai dari kesiapan armada hingga kolaborasi erat dengan pemangku kepentingan,” tegas Wakil Direktur Utama ASDP, Yossianis Marciano, Kamis (29/1/2026).
75 Kapal Siaga di Merak-Bakauheni, Dermaga Ditambah
Di lintasan tersibuk Merak–Bakauheni, ASDP menyiagakan 75 kapal yang siap beroperasi. Untuk memecah kepadatan, ASDP menambah jumlah Dermaga Ekspres di Pelabuhan Merak menjadi dua unit.
Tak hanya itu, pelabuhan darurat (contingency) seperti Pelabuhan Ciwandan, KBS Cilegon, hingga Pelabuhan Panjang di Bandar Lampung juga disiapkan. Langkah antisipatif ini dirancang agar operasional tetap lancar saat puncak arus kendaraan tiba.
Kapal Raksasa di Ketapang-Gilimanuk
Bergeser ke arah timur, lintasan Ketapang–Gilimanuk akan diperkuat oleh 56 kapal. Untuk mempercepat rotasi dan menekan waktu antrean, ASDP menambah jumlah kapal berkapasitas besar (GRT besar) dari lima menjadi tujuh unit. Strategi ini diharapkan mampu mengangkut penumpang lebih banyak dalam waktu lebih singkat.
Tiket Ferizy Bisa Dipesan H-60
Bagi para pemudik, ASDP mengingatkan bahwa “war tiket” sudah bisa dimulai sejak dini. Tiket penyeberangan dapat dipesan secara daring melalui aplikasi Ferizy mulai H-60 sebelum keberangkatan.
Masyarakat diimbau untuk:
* Merencanakan perjalanan lebih awal.
* Datang ke pelabuhan sesuai dengan jadwal yang tertera di tiket.
* Hanya membeli tiket melalui kanal resmi untuk menghindari calo.
Waspada Monsun Asia dan Cuaca Ekstrem
ASDP juga mewanti-wanti adanya potensi cuaca ekstrem akibat Monsun Asia, sesuai prakiraan BMKG. Meski demikian, pengguna jasa tak perlu khawatir soal fleksibilitas tiket.
“ASDP terus memastikan fleksibilitas melalui kebijakan refund dan reschedule jika terjadi penyesuaian operasional demi keselamatan penyeberangan,” jelas manajemen ASDP.
Untuk menjaga arus tetap mengalir, ASDP juga akan menerapkan pola operasional Tiba–Bongkar–Berangkat serta mengoptimalkan buffer zone di area jalan tol sebagai pengendali kepadatan.













