banner 728x250

Tragedi Mencekam di Deck 7 Kapal Pelni: Mahasiswa Tewas Dikeroyok Penumpang Mabuk!

Foto: Kapal Gunung Dempo saat tiba di Jayapura. (Dok. Istimewa)

ABnnews – Kabar duka sekaligus mencekam datang dari pelayaran KM Gunung Dempo rute Sarmi-Jayapura. Seorang mahasiswa bernama Dony (25) dilaporkan tewas usai terlibat perkelahian dengan sejumlah penumpang yang diduga dalam kondisi mabuk di atas kapal.

Peristiwa maut ini pecah saat kapal sedang dalam perjalanan dari Pelabuhan Sarmi menuju Jayapura, tepatnya di Deck 7 bagian luar kapal pada Selasa (27/1/2026) malam.

“Korban diketahui bernama Dony seorang mahasiswa, dinyatakan meninggal dunia setelah alami peristiwa perkelahian sesama penumpang di Deck 7,” ujar Kasat Reskrim Polresta Jayapura Kota, Kompol I Dewa Gede Ditya, kepada wartawan.

Diduga Dipicu Miras

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, perkelahian brutal tersebut diduga kuat dipicu oleh pengaruh minuman keras. Para pelaku ditengarai kehilangan kendali hingga mengeroyok korban di tengah laut.

Petugas medis kapal sempat memberikan pertolongan pertama tak lama setelah bentrokan reda. Namun sayang, nyawa mahasiswa malang tersebut tidak tertolong.

“Korban Dony setelah diperiksa oleh petugas medis kapal sudah meninggal. Jadi sudah meninggal di atas kapal saat perjalanan,” beber Kompol Dewa.

Situasi Pelabuhan Jayapura Memanas

Ketegangan berlanjut hingga kapal sandar di Pelabuhan Jayapura. Sekitar 50 orang keluarga korban yang sudah menunggu di dermaga langsung merangsek naik ke atas kapal. Aksi saling dorong dengan petugas pun tak terhindarkan.

“Situasi di pelabuhan sempat memanas saat kapal sandar. Keluarga korban berupaya naik ke atas kapal dan terjadi aksi saling dorong. Namun, kondisi berhasil dikendalikan tanpa eskalasi lebih lanjut,” katanya.

3 Pelaku Diamankan

Polisi bergerak cepat mengamankan tiga orang terduga pelaku yang masing-masing berinisial RW (20), DK (23), dan SW (18). Saat ini, ketiganya masih menjalani perawatan medis di RS Bhayangkara Jayapura sebelum diperiksa lebih lanjut.

“Ketiga terduga pelaku sudah diambil keterangan sebagai saksi. Kami fokus proses penyidikan dahulu agar perkara dapat dibuat terang,” tambah Dewa.

Kapolresta: Kami Tindak Tegas!

Kapolresta Jayapura Kota KBP Fredrickus Maclarimboen menegaskan tidak akan menoleransi segala bentuk kekerasan yang mengakibatkan hilangnya nyawa. Ia menjamin proses hukum akan berjalan transparan dan adil.

“Kami meminta masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh situasi. Percayakan proses hukum kepada Polri, kami akan menangani perkara ini secara profesional sampai tuntas,” tegas Fredrickus.

Hingga saat ini, polisi masih berjaga di sekitar kawasan pelabuhan untuk memastikan situasi tetap kondusif pasca-insiden berdarah tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *