banner 728x250

Niat Belikan Kado Buat Ibu Berujung Tragedi, Siswi MTs di Pontianak Akhiri Hidup karena Malu

Ilustrasi gantung diri (Ist)

ABNnews – Sebuah kisah pilu datang dari dunia pendidikan di Pontianak, Kalimantan Barat. Seorang siswi Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 1 Pontianak berinisial (13) ditemukan tewas gantung diri di rumahnya. Di balik aksi nekatnya, terselip niat mulia yang berakhir dengan rasa bersalah yang mendalam.

Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pontianak mengungkapkan bahwa siswi tersebut merasa sangat tertekan usai ketahuan mengambil uang di sekolah. Bukan untuk jajan, uang tersebut ternyata ingin ia gunakan untuk membahagiakan sang bunda.

“Almarhumah ingin membelikan kado untuk ibunya. Sedih saya mendengarnya,” ujar Kasi Penmad Kantor Kemenag Kota Pontianak, Aris Sujarwono, dikstip detik.com, Rabu (28/1/2026).

Berawal dari Uang Ekskul Rp 200 Ribu

Tragedi ini bermula dari hilangnya uang sebesar Rp 200 ribu milik peserta ekskul Palang Merah Remaja (PMR) pada Sabtu (17/1). Pihak sekolah kemudian mengecek rekaman CCTV dan mendapati korban mengambil uang tersebut.

Aris menyebut pihak sekolah sudah melakukan pendekatan persuasif. Wali kelas sempat memanggil korban untuk bertanya baik-baik tanpa adanya kekerasan atau makian.

“Wali kelas bertanya kenapa melakukan ini. Katanya ada keperluan sesuatu. Akhirnya korban menyampaikan uang itu ada di rumah. Wali kelas bahkan menawarkan bantuan jika memang ada kebutuhan,” jelas Aris.

Sempat Bercanda dengan Teman

Usai pertemuan dengan guru, permasalahan dianggap selesai. Korban bahkan sempat berkumpul dan mengobrol dengan teman-temannya. Aris menegaskan tidak ada bahasa kasar atau tekanan mental (bullying) yang diterima korban dari pihak sekolah maupun kakak kelas.

“Hanya bahasa sehari-hari anak Gen Z di Pontianak. Seperti: ‘ngape kau ambek, kan bise kau cicil pakai duit jajan’. Tidak ada yang menyudutkan,” tambahnya.

Surat Wasiat Menyayat Hati

Namun, rasa malu rupanya menghantui pikiran korban. Pada Rabu (21/6) malam, korban curhat kepada ibunya bahwa ia malu dan enggan masuk sekolah karena merasa namanya sudah jelek. Hingga akhirnya, pada Kamis (22/1) pukul 03.00 WIB, sang abang menemukan korban sudah tidak bernyawa.

Korban meninggalkan selembar surat wasiat yang ditulis dengan tangan sendiri. Berikut penggalan isinya yang menyayat hati:
“Ma, maaf ye udah bikin mama kecewa, kite takut ma besok kesekolah karne name udah jelek… Kite tahu cara nyelesain masalah ini salah besar. Gak kuat ngadepinnya. Makasih ya ma karne udah jadi ibu yang baik… Tolong permasalahan ini jangan diramaikan, kite cuma pengen dikuburkan dengan layak. Jangan sampai melibatkan polisi.”

Dipastikan Bukan karena Bullying

Kemenag dan pihak keluarga memastikan tidak ada unsur perundungan dalam kasus ini. Surat wasiat tersebut menjadi bukti kuat bahwa korban bertindak atas dasar rasa malu dan penyesalan pribadi.

“Kalau ada tekanan atau bullying, pasti mengadu ke ibunya. Jadi, ini murni karena almarhumah merasa malu saja. Hal ini sudah dikonfirmasi oleh orang tua,” pungkas Aris.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *