banner 728x250

Gandeng ADB, Indonesia Siapkan Rp250 Miliar Lebih Buat ‘Ngebut’ Garap Ekosistem Chip Nasional

Foto dok Kemenperin

ABNnews – Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tancap gas membangun industri semikonduktor di dalam negeri. Tak main-main, Indonesia menggandeng Asian Development Bank (ADB) untuk memuluskan ambisi menjadi pemain kunci dalam rantai pasok chip global.

Hal ini dibahas dalam pertemuan antara Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dengan Country Director ADB untuk Indonesia, Bobur Alimov, di Jakarta, Selasa (27/1/2026).

Menperin Agus Gumiwang menegaskan bahwa semikonduktor adalah fondasi penting untuk transformasi industri, mulai dari otomotif hingga urusan digitalisasi.

“Indonesia memiliki pasar domestik yang sangat besar untuk produk berbasis semikonduktor, mulai dari ponsel, laptop, hingga kendaraan bermotor dan kendaraan listrik,” ujar Agus dalam keterangannya.

Kurangi Ketergantungan Impor

Selama ini, kebutuhan chip untuk perangkat elektronik dan otomotif di Indonesia masih didominasi produk impor. Padahal, produksi mobil nasional saja sudah tembus satu juta unit per tahun. Belum lagi target pengembangan kendaraan listrik yang bakal melonjak pada 2030.

Oleh karena itu, membangun ekosistem chip sendiri menjadi harga mati agar industri nasional semakin kompetitif dan tidak tergantung pada pasokan luar negeri.

“Langkah strategis ini untuk mengurangi ketergantungan impor sekaligus memperkuat daya saing industri nasional,” tegasnya.

Kucurkan Dana USD 16,1 Juta

Sebagai bukti keseriusan, Kemenperin sudah memasukkan program pengembangan ekosistem semikonduktor ke dalam Blue Book 2025–2029. Nilai pembiayaannya mencapai USD 16,185 juta atau setara lebih dari Rp 250 miliar.

Dana jumbo ini akan difokuskan pada beberapa poin utama:
* Peningkatan kapabilitas SDM di bidang desain chip.

* Penyediaan infrastruktur bersama untuk riset dan prototipe.

* Kolaborasi antara industri, kampus, dan mitra global.


Dukungan Penuh dari ADB

Gayung bersambut, ADB pun menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh langkah pemerintah Indonesia. Dukungan ini mencakup pendampingan teknis mulai dari penyusunan readiness criteria hingga studi kelayakan (feasibility study).

Agus berharap kerja sama ini bisa menarik minat investor baru untuk menanamkan modalnya di sektor teknologi tinggi Indonesia.

“Kami berharap kerja sama dengan ADB dapat mempercepat terwujudnya ekosistem semikonduktor nasional yang kuat, berdaya saing, dan terintegrasi dengan rantai nilai global,” pungkas Agus Gumiwang.

Saat ini, Indonesia sendiri baru memiliki satu industri perakitan semikonduktor di Batam dan beberapa perusahaan desain Integrated Circuit (IC). Dengan proyek ini, ekosistem tersebut akan diperkuat secara menyeluruh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *