ABNnews — Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) diminta melakukan investigasi terkait insiden pendaratan darurat pesawat Smart Air di Bandar Udara Douw Aturure Nabire, Papua Tengah, Selasa (27/01) siang.
Pernyataan itu disampaikan Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi. Ia menegaskan, setiap insiden penerbangan, termasuk pendaratan darurat, wajib diteliti untuk memastikan penyebab kejadian.
”Nanti kita tunggu KNKT walaupun dia sifatnya pendaratan darurat, tetap KNKT harus meneliti atau menginvestigasi sebab kenapa dia melakukan pendaratan darurat,” kata Dudy di Jakarta, Selasa (27/01).
Menhub seperti dilansir dari antaranews mengatakan, Kementerian Perhubungan sebagai otoritas penerbangan tidak dapat mengeluarkan kesimpulan sebelum hasil investigasi resmi disampaikan.
“Tetap harus menunggu hasil penyelidikan karena kan kita sebagai otoritas tidak boleh mengeluarkan pernyataan sebelum ada hasil investigasi,” katanya.
Sebelumnya, Kementerian Perhubungan menyatakan pesawat Smart Air tipe C208B registrasi PK-SNS rute Nabire (NBX) – Kaimana (KNG) melakukan pendaratan darurat di Bandar Udara Douw Aturure Nabire, Papua Tengah, Selasa siang, karena mengalami gangguan pada mesin.
”Laporan awal yang diterima, pesawat mengalami gangguan pada engine. Kemudian Pilot in Command (PIC) Capt. Tania K memutuskan Return to Base (RTB). Namun dikarenakan thrust power semakin turun, PIC memutuskan mendarat darurat di di ujung pantai landasan 17 Bandara Douw Aturure,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F Laisa dalam keterangan diterima di Jakarta, Selasa.
Thrust power atau daya dorong dalam pesawat adalah gaya yang dihasilkan mesin pesawat untuk mendorong pesawat maju ke depan agar bisa bergerak, lepas landas, menanjak, dan mempertahankan kecepatan di udara.
Lukman mengatakan saat ini sedang dilakukan penarikan pesawat ke pantai. Tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut dan seluruh penumpang serta awak pesawat telah dievakuasi dengan selamat ke terminal bandara. Adapun total penumpang dan awak pesawat adalah 13 orang.













