banner 728x250

Pertamina Merger 3 Anak Usaha Jadi Subholding Downstream, Nasib Karyawan Gimana?

Foto dok Pertamina

ABNnews — Raksasa energi pelat merah, PT Pertamina (Persero), tengah bersiap melakukan aksi korporasi besar dengan menggabungkan tiga anak usahanya. Tiga perusahaan tersebut adalah PT Pertamina Patra Niaga (PPN), PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), dan PT Pertamina International Shipping (PIS).

Meski penggabungan ini memicu tanda tanya besar di kalangan pegawai, manajemen Pertamina memastikan tidak akan ada pemutusan hubungan kerja (PHK) massal.

“Tadi pagi kami baru umumkan ke karyawan dulu. Tadi sudah dijelaskan oleh manajemen ke karyawan, prinsipnya no one left behind (tidak ada yang ditinggal),” tegas Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina, Agung Wicaksono, di Jakarta, Senin (26/1/2026).

Lahirnya Raksasa ‘Subholding Downstream’

Agung menjelaskan bahwa pasca-merger nanti, identitas baru akan disematkan pada gabungan tiga perusahaan ini. Namanya adalah Subholding Downstream (Hilir). Langkah ini merupakan penyatuan lini pengolahan, distribusi, hingga pengapalan dalam satu atap.

“Nanti akan kami umumkan, tetapi kami sudah siap semua condition precedent-nya. Namanya nanti Subholding Downstream,” ungkap Agung.

Sejatinya, Pertamina menargetkan merger ini rampung pada 1 Januari 2026 lalu. Namun, proses pemenuhan syarat pendahuluan membuat aksi korporasi ini masih terus digodok hingga saat ini.

Restrukturisasi: Dari 6 Menjadi 4 Subholding

Saat ini, Pertamina memiliki struktur organisasi yang terdiri dari enam subholding, yakni Upstream, Refining & Petrochemical, Commercial and Trading, Gas, Integrated Marine Logistics, serta Power & New Renewable Energy (PNRE).

Dengan adanya penyatuan ini, Pertamina akan melakukan perampingan organisasi menjadi hanya empat subholding utama:
1. Subholding Upstream (Hulu)

2. Subholding Downstream (Hilir)

3. Subholding Gas

4. Subholding PNRE (Energi Terbarukan)


Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi dan daya saing Pertamina di kancah global melalui integrasi operasional yang lebih solid dari hulu ke hilir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *