ABNnews — Kabar gembira buat para pejuang commuter di jalur Tanah Abang-Rangkasbitung! Stasiun baru, yakni Stasiun Jatake, ditargetkan bakal mulai beroperasi dan melayani penumpang pada Rabu (28/1/2026) lusa. Jadwal operasional ini berbarengan dengan rencana peresmian stasiun tersebut.
Direktur Utama PT KCI, Mochamad Purnomosidi, memastikan bahwa seluruh persiapan dari sisi operator sudah kelar. Saat ini, pihaknya hanya tinggal menunggu instruksi resmi untuk memutar kunci dan membuka pelayanan bagi masyarakat.
“Jadi untuk Jatake, insyaallah kemungkinan hari Rabu (28/1) ya. Informasi terakhir yang kami terima itu hari Rabu akan diresmikan,” ujar Purnomosidi dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Senin (26/1/2026).
Fasilitas Sudah 100 Persen Siap
Purnomosidi menegaskan, KCI sudah menuntaskan seluruh “pekerjaan rumah” teknis untuk mendukung operasional Stasiun Jatake. Mulai dari urusan sistem hingga kesiapan personel di lapangan dipastikan sudah aman.
“Jadi secara overall dari sisi tugas KCI sudah selesai. Artinya sudah kita siapkan semaksimal mungkin, sudah siap,” tegasnya.
Intip Kelengkapannya: Dari Ticketing hingga Masinis
Bukan cuma bangunan fisik, berbagai fasilitas vital pendukung kenyamanan penumpang juga sudah tersedia. Purnomosidi merinci, sistem pembayaran hingga rambu penunjuk arah sudah terpasang rapi.
“Sistem signing (rambu penunjuk) sudah selesai, ticketing sudah, petugas juga sudah standby. Bahkan kelengkapan administrasi seperti daftar waktu hingga kelengkapan untuk masinis sudah kita siapkan semua,” jelasnya.
Meski segala infrastruktur sudah siap tempur, KCI masih menunggu kepastian waktu seremonial peresmian sebagai dasar dimulainya pelayanan perdana bagi publik. Jika semua berjalan sesuai rencana, maka besök Stasiun Jatake resmi menjadi titik baru pemberhentian KRL.
“Tinggal kita nunggu instruksi kapan akan fix diresmikan untuk mulai melayani penumpang,” pungkas Purnomosidi.
Hadirnya Stasiun Jatake ini diharapkan menjadi solusi bagi warga sekitar agar tidak perlu menempuh jarak jauh lagi ke stasiun terdekat sebelumnya, sekaligus meningkatkan konektivitas di wilayah penyangga Jakarta.













